Semua kontestan Serie A mencapai kata sepakat untuk melanjutkan sisa kompetisi Liga Italia musim ini yang terhenti karena pandemi virus corona.

Suara bulat dicapai oleh 20 kontestan Serie A untuk meneruskan kompetisi Liga Italia 2019-2020 segera setelah mendapatkan lampu hijau dari Pemerintah Italia.

Keputusan ini diambil setelah melalui pertemuan darurat secara daring lewat konferensi video di antara para pemangku kepentingan Liga Italia, Jumat (1/5/2020).

Dalam rapat ini, semua anggota Serie A mengambil suara untuk memilih menyelesaikan musim meskipun sempat ada laporan beberapa klub menolaknya.

Dua klub anggota, Torino dan Brescia, sebelumnya diwartakan berlawanan dengan ide melanjutkan sisa kompetisi.

Hal ini bertentangan dengan mayoritas klub hingga memunculkan isu perpecahan ide antara pemerintah, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), dan 18 tim lain.

Namun, pada rapat terbaru ini akhirnya dikabarkan kata sepakat sudah tercapai.

Dengan catatan, klub-klub tetap wajib memenuhi protokol kesehatan dan keamanan yang nantinya dibakukan oleh pemerintah.

Otoritas Negeri Piza mengancam bakal menghentikan kompetisi jika FIGC tidak selaras dengan regulasi yang dikemukakan tersebut.

Pemerintah Italia juga mengundang kontroversi ketika mengeluarkan kebijakan memperbolehkan atlet olahraga individu seperti renang dan tenis untuk mulai berlatih di pusat latihan.

Warga juga diizinkan berlari di taman, tetapi pesepak bola tetap tidak diperbolehkan sekadar beraktivitas serupa di tempat latihan hingga 18 Mei.

Keputusan untuk meneruskan kejuaraan ditekankan oleh pihak Lega Serie A selaku operator kompetisi.

“Tentu saja Lega ingin memainkan sepak bola lagi. Pemerintah bisa percaya dengan semangat kontstruktif dan kolaboratif kami,” kata Presiden Lega Serie A, Paolo Dal Pino, dikutip dari Goal Italia.

Dari pihak klub, Presiden Juventus Andrea Agnelli ikut bersuara.

“Saya sangat menekankan bahwa Juventus memiliki keinginan kuat untuk mengakhiri musim 2019-2020. Mulai latihan pada 18 Mei dan bertanding pada Juni, itu akan menjadi jalan terbaik untuk mengakhiri musim,” ujarnya.

Kalau skenario ini tercapai, publik boleh berharap Liga Italia tidak akan bernasib seperti Liga Prancis atau Liga Belanda yang resmi lebih dulu menghentikan kompetisi di tengah jalan.