Alisson Jadi Rekrutan Paling Krusial Liverpool

7upcashAlisson Becker selangkah lagi gabung Liverpool. Penjaga gawang nomer satu Brasil itu punya
potensi berubah menjadi rekrutan sangat krusial The Reds musim panas ini. Alisson Jadi Rekrutan Paling Krusial Liverpool

Alisson Jadi Rekrutan Paling Krusial Liverpool

Alisson berubah menjadi salah satunya pemain yang selalu dibicarakan di bursa transfer.
Gemilang bersama dengan AS Roma serta berubah menjadi pilihan paling utama Brasil di Piala
Dunia 2018, penjaga gawang 25 tahun itu makin dipuji.

Isu mengenai ketertarikan beberapa team besar padanya telah bergulir semenjak musim kemarin
selesai. Namun perubahan berarti baru berlangsung 24 jam paling akhir.

Beberapa media Inggris dari mulai Times sampai Sky Sports menyampaikan jika Liverpool serta
Roma sudah sampai persetujuan seharga 75 juta euro untuk sang pemain. Ia bisa menjadi
penjaga gawang termahal dunia dengan harga itu, juga telah ada di Liverpool serta akan
menyelesaikan transfer hari ini, Kamis (19/7/2018).

Perihal ini membuat bekas pemain Liverpool yang saat ini berubah menjadi pundit, Steve
Nicol, ikut suka. Ia menyampaikan jika tidak ada yang tidak dapat dikerjakan Alisson
menjadi penjaga gawang.

” Saya begitu bahagia (dengan transfer Alisson). Ini merupakan berita fenomenal. Semenjak
saya dengar mereka akan mengambil Alisson, saya berfikir apa yang tidak dapat dikerjakan
pemain ini, ” katanya pada ESPN.

” Serta saya tidak berhasil temukan itu. Dia dapat selamatkan tembakan, mempunyai kontrol
kaki yang bagus, dapat memimpin daerahnya, serta vokal. Apa yang tidak dapat dia kerjakan?
Saya benar-benar tidak lihat ada yang cacat, ” lanjut Nicol.

Omongan Nicol bukan tanpa ada basic. Bila dibanding dengan penjaga gawang paling utama
Liverpool saat ini, Loris Karius, statistik penjaga gawang Brasil itu jauh diatas.

Menurut data Squawka bila menilik dari perform kedua-duanya di liga semasing musim kemarin,
Alisson jauh unggul. Karius cuma menang masalah gol kemasukan yakni 14 berbanding 27, namun
ini berlangsung karena Karius baru diakui menjadi starter pada paruh ke-2 musim.

Tetapi, dari perhitungan statistik lainnya, Alisson unggul jauh. Ia dapat membuat 15 clean
sheet berbanding 10, sukses mencatat 92 penyelamatan sedang Karius cuma 28, serta dapat
memukul bola 12 kali berbanding 11.

Berdasar pada statistik lainnya yang dilaporkan Metro, prosentase penyelamatan Alisson pada
semuanya pertandingan musim kemarin sampai 77 %. Jauh diatas Karius (65 %) serta Simon
Mignolet (57 %).

Alisson bahkan juga dikatakan sebagai salah satunya penjaga gawang terunggul dunia. Menurut
data Opta, prosentase penyelamatan di liga yang sampai 79, 3 % merupakan ke-3 terunggul di
lima liga eropa sesudah David De Gea (80, 3 %) serta Jan Oblak (82, 7 %).

Lebih spesial lagi, berdasar pada metrik kesempatan peluang gol dari suatu kesempatan,
Alisson kebobolan 10 gol lebih dikit dari potensi ancaman yang ada. Cuma De Gea yang sangat
baik, yaitu 13, 8 gol lebih dikit dari kesempatan yang harusnya menghasilkan gol. Alisson
juga tidak sempat lakukan kekeliruan yang berbuntut gol selama musim.

Lebih dari refleks menyingkirkan bola, Alisson lebih dari itu. Ia dipercaya dapat membawa
Liverpool bermain di level yang tambah tinggi karena dapat bermain dengan kakinya serta
mempunyai kapabilitas playmaking dari belakang.

Kapabilitas umpan Alisson juga jauh diatas Karius, perihal ini akan mensupport filosofi
Gegenpressing Juergen Klopp. Tampak dari prosentase distribusi bolanya yang sampai 83 %
dengan umpan sukses 554. Sedang Karius cuma dapat membuat 72 % ketepatan distribusi serta
membuat 254 umpan sukses.

Waktu penjaga gawang Manchester City, Ederson dipuji karena kemampuannya dalam bangun
permainan serta umpan, Alisson nyatanya membuat umpan sukses semakin banyak dari Ederson
selama musim kemarin yakni 1082 berbanding 928. Ia juga berubah menjadi pemain Roma dengan
ketepatan umpan panjang terunggul.

Alisson di rasa dapat memberi ketenangan untuk 10 pemain Liverpool lainnya diatas lapangan,
suatu yang tidak mereka punyai selama musim kemarin. Tetapi, Alisson memberi suatu yang
lebih dari itu karena ia akan punya pengaruh dalam hentikan serangan lawan dan
mengawalinya. Tidak ayal, penerimaan Alisson dapat dipandang seperti transfer penting
Liverpool pada musim panas ini.