Gol Sepakbola – Real Madrid melangkah ke final Piala Super Spanyol dengan membungkam Valencia 3-1 di King Abdullah Sport City, Jeddah, Arab Saudi, Kamis (9/1/2020) dini hari WIB. Pada laga tersebut Toni Kross mencuri perhatian setelah mencetak gol spektakuler dari sepak pojok atau yang dikenal dengan julukan gol Olimpiade.

Real Madrid membuka keunggulan saat laga baru berjalan 15 menit. Gelandang asal Jerman, Toni Kroos, mencetak gol sensasional. Sepak pojok dari mantan pemain Bayern Munchen tersebut langsung meluncur membobol jala Valencia yang dikawal Jaume Doménech.

Dua gol Real Madrid lainnya disumbangkan Isco dan Luka Modric. Adapun satu-satunya gol balasan Valencia diciptakan Daniel Parejo.

Gol Olimpiade ala Toni Kroos tersebut langsung menjadi bahasan hangat di media sosial. Pencinta sepak bola langsung membanjiri pemain asal Jerman tersebut dengan pujian.

Yang menarik, mengapa gol ala Toni Kroos tersebut dijuluki gol Olimpiade. Tentu saja itu bukan julukan baru. Istilah gol olimpiade sudah dikenal bertahun-tahun silam. Bahkan, julukan gol tersebut sudah muncul sejak 96 tahun silam.

Bagaimana asal mula istilah gol Olimpiade muncul? Berikut ini penjelasan sejarahnya, seperti yang dilansir dari American Soccer Now.

Menurut situs tersebut, definisi Gol Olimpiade atau Gol Olimpico adalah yang dicetak langsung dari tendangan sudur tanpa kontak dengan pemain lain dalam prosesnya.

Istilah Gol Olimpiade tersebut muncul sejak 2 Oktober 1924, pada laga persahabatan antara dua negara kuat Amerika Selatan, Argentina versus Uruguay di Estadio Sportivo Barracas.

Saat itu, Uruguay berstatus sebagai juara bertahan emas sepak bola Olimpiade 1924. Alhasil, meskipun bertajuk laga persahabatan, pertandingan itu dianggap bergengsi.

Ketika pertandingan tersisa 15 menit, Casareo Onzari mencetak gol kemenangan melalui sepak pojok langsung. Gol tersebut memastikan Argentina menang dengans skor 2-1.

Gol tersebut langsung menjadi pembahasan hangat. Media-media setempat memberikan julukan khusus pada gol itu. Julukan Gol Olimpiade dipilih merujuk pada status Uruguay sebagai juara bertahan di Olimpiade. Istilah tersebut bertahan hingga sekarang.

Bukan hanya Casareo Onzari dan Toni Kross yang pernah mencetak gol Olimpiade seperti itu. Banyak pesepak bola dunia yang pernah mencatatkan namanya dalam daftar unik tersebut.

Mantan gelandang Timnas Inggris, David Beckham, pernah beberapa kali mencetak gol serupa sepanjang kariernya. Legenda Manchester United itu dikenal sebagai pemain yang piawai mencetak gol dari bola-bola mati.

Pada 2012, Thierry Henry juga pernah melesakkan Gol Olimpiade seperti itu saat bermain untuk klub New York Red Bulls.

Meskipun gol sepak pojok bukan fenomena baru, namun tetap saja selalu mengundang decak kagum dari para pencinta sepak bola bila gol seperti itu kembali tersaji. Tak terkecuali yang dilakukan Toni Kross.