oleh

Freddie Ljungberg Ditetapkan Sebagai Pelatih Permanen Arsenal

Pimpinan Arsenal diminta membuat keputusan berani dengan segera mengangkat status Freddie Ljungberg sebagai pelatih permanen. Ljungberg disebut sudah memenuhi setiap syarat untuk memikul tugas berat itu.

Kali ini, dukungan langsung disampaikan oleh mantan manajer akademi The Gunners, Andries Jonker. Menurutnya, mengangkat status Ljungberg bakal membuktikan keberanian Arsenal sebagai klub besar.

Ljungberg sekarang bekerja sebagai pelatih interim usai pemecatan Unai Emery. Hasil kerjanya memang belum benar-benar terlihat, tapi setidaknya ada sensasi Arsenal sudah menuju arah yang tepat.

Menurut Jonker, saat ini Arsenal membutuhkan pelatih yang mengenal klub, sama seperti langkah Manchester United yang menunjuk Ole Gunnar Solskjaer. Keputusan ini memang tidak mudah, justru sangat berisiko.

Menunjuk Ljungberg sebagai pelatih permanen terasa setengah berjudi. Namun, hanya klub besar yang cukup bernyali untuk membuat keputusan seperti itu.

“Saya mendukung nyali ketika membuat keputusan tepat dengan Freddie Ljungberg. Arsene telah berada di sana bertahun-tahun dan bekerja dengan caranya sendiri. Lalu datang pelatih lain dengan cara berbeda yang sangat kesulitan,” kata Jonker kepada Sky Sports.

“Saya lebih senang jika mereka memberikan kesempatan pada orang yang mengenal Arsenal, yang mengenal akademi, mengenal semua pemain bertalenta itu. Dia pun memahami prinsip total football.”

Juga, Jonker tidak mau Arsenal setengah-setengah dalam membuat keputusan. Jika benar menunjuk Ljungberg nanti, mereka harus siap memberikan waktu yang tepat dan memberikan dukungan maksimal.

“Beri dia waktu, beri dia kepercayaan, bantu dan dukung dia. Dia adalah Arsenal. Saya bakal menghargai keberanian bos-bos Arsenal jika mereka mau mempermanenkan Ljungberg,” sambung Jonker.

“Freddie adalah pemain tim. Dia bakal melibatkan tim dalam setiap keputusannya tetapi dia pun pernah menjadi pemain top selama bertahun-tahun, jadi sudah cukup jelas dia tahu bagaimana cara kerjanya.”

“Dia tahu dialah yang harus membuat keputusan akhir dan dialah yang bakal bertanggung jawab,” tandasnya.