Hanoi – Duel seru bakal tersaji di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (19/11/2019), saat tuan rumah Timnas Vietnam menjamu Thailand dalam laga kelima Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Pertandingan yang dilabeli AFC sebagai derbi ASEAN ini memiliki pertaruhan tak kecil mengingat rivalitas kedua negara, sudah memasuki babak baru.

Kedua negara saat ini bersaing menjadi raja di ASEAN. Untuk sementara, Timnas Vietnam menduduki puncak klasemen Grup G dengan poin 10, disusul Thailand di peringkat kedua dengan poin tujuh.

Aroma gengsi tercium kuat dalam duel ini. Jadi, tak ada yang mau kalah dalam pertandingan kali ini. Thailand datang dengan modal tak pernah kalah dalam 21 tahun terakhir saat bermain di Vietnam.

Namun, Timnas Vietnam yang dalam dua tahun terakhir dilatih Park Hang-seo, kini jauh lebih baik. Vietnam sudah mampu memecahkan rekor tak pernah menang saat bermain di Indonesia, yang sudah 28 tahun lamanya.

Kebetulan, Thailand juga sedang dalam momen tak baik lantaran baru kalah dari Malaysia dalam laga matchday keempat (14/11/2019) serta pernaah ditahan Vietnam 0-0 pada matchday pertama Grup G (5/9/2019).

Park Hang-seo dipastikan tak ingin tim asuhannya menelan kekalahan dalam pertandingan ini. Media Vietnam, The Thao247, menulis ada kemungkinan pelatih asal Korea Selatan itu akan menerapkan taktik jitu untuk mendulang tiga poin dari Thailand.

Taktik itu adalah mengubah nomor punggung pemain. Sejauh ini, strategi itu cukup berhasil. Tim tangguh Uni Emirat Arab (UEA) menjadi “korban” strategi mengejutkan itu. Timnas Vietnam menang 1-0 lewat gol Nguyen Tien Linh pada menit ke-44 (14/11/2019).

Mengelabuhi Lawan

Taktik nomor punggung ini biasanya dilakukan dengan membedakan nomor punggung pemain saat sesi latihan dengan saat pertandingan. Atau, dari satu pertandingan dengan pertandingan lain.

Terkadang, tim lawan memantau kelemahan dan keunggulan lawan dengan melihat rekaman sesi latihan atau pertandingan, dengan lebih menekankan posisi pemain dengan menggunakan nomor punggung ketimbang nama pemain bersangkutan.

Strategi yang diusung Park Hang-seo ini berpotensi memberikan kejutan pada tim lawan, lantaran apa yang sudah “dipelajari” lebih dulu, menemui perubahan saat pertandingan.

Saat menjamu UEA, Park mengubah nomor punggung beberapa pemain, terutama yang selama ini “lepas” dari pengamatan lawan dan tak begitu populer, semisal Nguyen Tuan Anh, Do Hung Dung, Nguyen Van Toan, Nguyen Hoang Duc.

Sedangkan nomor punggung pemain-pemain bintang, seperti Nguyen Quang Hai dan Nguyen Cong Phuong, tak mengalami perubahan lantaran mereka sudah cukup “dikenal” lawan.

Pada laga melawan UEA, Tuan Anh diberi nomor 21 yang biasanya dipakai Dinh Trong, lalu nomor 9 yang biasa dikenakan Van Toan diberikan ke Hung Dung, sementara nomor 14 yang jadi nomor keramat Tuan Anh diambil alih Van Toan, dan nomor 6 yang jadi “milik” Luong Xuan Truong diberikan ke Nguyen Hoang Duc.

Strategi seperti ini tak banyak diterapkan pelatih, namun tak mustahil dilakukan untuk mengelabuhi lawan. Pelatih yang dikabarkan jadi kandidat nakhoda anyar Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, pernah menerapkan taktik serupa di Piala Dunia 2018.

Shin Tae-yong meminta pemainnya di Timnas Korea Selatan mengenakan nomor punggung yang berbeda saat latihan dan pertandingan.