Gundogan Dicemooh Fans Jerman Jelang Piala Dunia 2018

7upcashGelandang Tim Nasional (Timnas) Jerman, Ilkay Gundogan memperoleh cemoohan dari fans
Jerman mendekati melakoni Piala Dunia 2018. Cercaan serta kritik diperuntukkan pada
Gundogan dari penggemar Jerman setelah pertemuannya baru-baru ini dengan presiden
kontroversial Turki, Recep Tayyip Erdogan. Gundogan Dicemooh Fans Jerman Jelang Piala Dunia 2018

Gundogan Dicemooh Fans Jerman Jelang Piala Dunia 2018

Pada Mei, ia serta rekan senegaranya yaitu Mesut Ozil serta Cenk Tosun diundang oleh
Erdogan untuk membuat pertemuan. Gundogan yang lahir di Gelsenkirchen, Turki mengatakan
Erdogan jadi ‘presiden saya’ serta hal tersebut buat ia dicemooh oleh fans Jerman.

Bintang Manchester City itu pun pada akhirnya angkat bicara. Pasalnya ia sudah memperoleh
serangan pribadi yang mengusiknya. Ia pun menyatakan tidak pernah punya maksud untuk buat
sikap politik atas perbuatannya itu.

“Beberapa reaksi agak gila, termasuk juga serangan pribadi. Dalam beberapa tahun terakhir
kami sudah lakukan banyak hal untuk mempromosikan integrasi di Jerman. Kami tidak
mempunyai bagian Turki yang diwarisi orangtua serta keluarga kami, namun juga lahir serta
di besarkan di Gelsenkirchen. Ini yaitu kota dengan presentase emigran yang tinggi, ”
ungkap Gundogan, mengutip dari Goal, Senin (11/6/2018).

“Itu penyebabnya saya begitu terperanjat mendengar kalau kami tidak terintegrasi serta
tidak mau hidup sesuai sama nilai-nilai Jerman. Ini yaitu pengalaman yang susah, karna
akar Turki kami, kami masih tetap memiliki hubungan yang kuat degan Turki. Tapi tidak
sempat ada niat kami untuk ambil sikap politik, ” imbuhnya.

“Kami terbiasa dengan peluit fans lawan, namun saat kami dicemooh fans kami sendiri, itu
sangat susah. Saya senantiasa terbuka untuk kritik. Tiap-tiap orang memiliki pendapat
mereka, itu penyebabnya kami memiliki kebebasan memiliki pendapat. Tersebut kenapa saya
terasa istimewa untuk dilahirkan serta di besarkan di Jerman. Tapi saya tidak mau dihina
juga, ” lanjutnya.

“Bagi saya, perlu untuk berbicara. Saya ingin memperoleh kembali normalitas. Saya tidak
mau bersembunyi. Tiap-tiap orang mempunyai cara mereka sendiri dalam menangani kondisi.
Saat ini saya menginginkan konsentrasi pada hal-hal mendasar sekali lagi, ” tutupnya.