Sebelum Bundesliga Jerman kembali pada akhir pekan kemarin, Liga Korea atau K League lebih dulu memulai musim mereka, usai pandemi virus corona menghancurkan jadwal dan kegiatan olahraga di dunia.

Bundesliga menjadi liga top Eropa pertama yang kembali melanjutkan musim mereka, usai hiatus selama dua bulan karena pandemi COVID-19.

Beberapa liga lain, seperti LaLiga dan Serie A sudah memulai pelatihan mereka dalam tahap individu sejak pekan lalu. Sementara Liga Primer Inggris baru akan memulainya minggu ini.

Protokol kesehatan tentu menjadi yang utama, selain itu banyak penyesuaian dan hal baru yang ada di sebuah pertandingan resmi. Jadi, apa saja yang berubah? Berikut daftarnya, yang kami rangkum dari berbagai sumber:

1. Stadion tanpa penonton

Aneh rasanya melihat Signal Iduna Park kosong tanpa adanya dukungan fanatik dari suporter Dortmund yang dikenal dengan Yellow Wall. Pemerintah Jerman dan sebagai besar negara Eropa lainnya belum memperbolehkan acara olahraga dihadiri penonton atau kerumunan besar.

Hanya 213 orang yang diizinkan masuk ke stadion – 98 di dalam dan di sekitar lapangan (seperti pemain, pelatih, dan ball boy) dan 115 di tribun (seperti keamanan, petugas medis, dan media).

Sebanyak 109 orang lainnya (termasuk operator keamanan dan VAR) diizinkan berada di luar stadion.

“Kemenangan 4-0 melawan Schalke adalah hasil bagus. Kami bermain baik sebagai sebuah tim dan ketika bertahan – itu merupakan kunci,” ujarnya kepada laman resmi Bundesliga.

“Ini menjadi pengalaman yang unik – tidak ada riuh [suporter] ketika Anda menendang bola, memainkan umpan-umpan brilian atau mencetak gol.

“Ini terasa aneh, kami merindukan suporter, namun para pemain tetap berkonsentrasi pada tugas yang ada di tangan.”

Di K League, spanduk-spanduk suporter tetap ditampilkan di stadion dan rekaman nyanyian mereka terdengar melalui pengeras suara selama pertandingan.

2. Karantina tim

Tim tiba dalam beberapa bus sehingga antar pemain dapat melakukan jaga jarak dalam perjalanan ke stadion.

Setiap tim Bundesliga harus melaksanakan prosedur wajib masa karantina sebelum pertandingan. Pelatih klub Union Berlin, Urs Fischer, terpaksa absen memimpin tim pada pertandingan Bundesliga.

Fischer mendapat skors larangan ke pertandingan lantaran pelanggaran masa karantina yang dia lakukan. Ia keluar dari hotel tim untuk membeli sebuah pasta gigi.

Salah satu prosedur wajib adalah setiap tim yang akan bertanding harus menjalani masa karantina selama tujuh hari untuk memastikan mereka tidak tertular virus corona.

3. Tetap jaga jarak

Para pemain cadangan harus tetap menjaga jarak dua meter dan memakai masker. Beberapa tim Bundesliga melakukan penyesuaian bangku cadangan mereka. Bahkan RB Leipzig harus mendatangkan tangga untuk boarding pesawat dari Bandara Leipzig ke Red Bull Arena.

Tribun terdekat dari bangku cadangan pun dipakai para pemain untuk menjaga jarak. Persoalannya, dengan duduk di tribun penonton yang bertinggi 3 meter, pemain membutuhkan waktu seandainya diminta turun untuk masuk menggantikan rekannya.

Pelatih kepala diizinkan tanpa masker, sehingga mereka bisa meneriakkan instruksi kepada pemain mereka.

Para pemain pengganti melepas masker saat melakukan pemanasan, dan ketika pemain diganti mereka diberi masker sebelum duduk di bangku cadangan.

4. Selebrasi gol

Selebrasi yang dilakukan pemain Dortmund menjadi contoh untuk menjalani pertandingan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah Jerman. Para pemain tanpa kontak dalam merayakan sebuah gol.

Thorgan Hazard menjadi pemain pertama yang menghampiri Haaland, namun ia tetap menjaga jarak dan mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak memeluk Haaland.

Namun, tidak semua pemain mematuhi aturan selebrasi ’’baru’’ di Bundesliga. Bek Hertha BSC Dedryck Boyata melanggarnya saat mencium pipi gelandang Marko Grujic kala merayakan gol yang membuat timnya menang 3-0 atas TSG 1899 Hoffenheim.

Liga Sepak Bola Jerman (DFL) telah mengonfirmasi bahwa para pemain tidak akan dikenai sanksi jika mereka tidak melakukan jarak sosial saat merayakan gol.

5. Semprotan disinfectant

Bola dibersihkan cairan diinfektan oleh ball boys sebelum pertandingan dan mereka melakukannya lagi setelah jeda babak pertama. Ada 30 bola yang disiapkan di tiap pertandingan.

Hal ini untuk meminimalisir penularan virus saat pemain melakukan kontak terhadap bola.

6. Konferensi pers pasca pertandingan

Pemain dan manajer diwawancarai oleh reporter televisi dengan mikrofon panjang untuk menjaga jarak yang aman, sementara konferensi pers pasca-pertandingan dilakukan dengan virtual.

7. Botol minuman per-pemain

Sementara semua pemain telah menjalani tes COVID-19, awak media dan lainnya yang ada dalam permainan belum diuji, dan disimpan terpisah dari pemain.

Para pemain sebelum masuk ke stadion harus dicek suhu tubuhnya dan memiliki botol minum masing-masing.