MILAN – Setelah menjalani proses negosiasi yang cukup panjang, pada akhirnya Inter Milan berhasil merekrut Christian Eriksen dari Tottenham Hotspur dengan mahar 20 juta euro atau sekira Rp300 miliar. Bicara soal uang yang harus dikeluarkan Inter tersebut, pada akhirnya menimbulkan pertanyaan apakah Nerazzurri diuntungkan atau dirugikan?

Sebelum bergabung dengan Inter, Eriksen sejatinya hanya menyisakan masa kontrak enam bulan lagi bersama Tottenham. Dalam artian jika Inter mau bersabar dan merekrut Eriksen di bursa transfer musim panas 2020, mereka bisa mendapatkan jasa gelandang asal Denmark itu secara gratis.

Dengan kata lain, menebus pemain yang kontraknya akan habis enam bulan lagi dengan biaya Rp300 miliar adalah terbilang mahal. Kendati demikian, bukan berarti Inter dirugikan dengan transfer tersebut. Justru sebaliknya, Nerazzurri bisa dikatakan untung.

Kontrak Eriksen bersama Tottenham memang akan berakhir pada musim panas tahun ini, namun mantan penggawa Ajax Amserdam itu saat ini memiliki nilai pasar sebesar 90 juta euro atau sekira Rp1,35 triliun berdasarkan Transfermarkt. Dengan kata lain, bukanlah hal yang merugikan bagi Inter untuk menebus pemain sekelas Eriksen dengan harga Rp300 miliar.

Selain itu, saat ini Eriksen juga masih berusia 27 tahun, yang mana itu merupakan usai emas bagi seorang pesepakbola. Melihat kebutuhan Inter saat ini, di mana mereka membutuhkan sosok gelandang berpengalaman guna bersaing dalam perburuan gelar juara, maka menebus Eriksen pada bursa transfer kali ini adalah sesuatu yang tepat.

Mungkin hal tersebut pada akhirnya membuat manajemen Inter bersedia mengeluarkan dana Rp300 miliar sesuai tuntutan yang diminta pihak Tottenham. Apalagi, jika Inter baru akan menggaet Eriksen pada musim panas nanti, mereka belum tentu bisa mendapatkannya karena sang gelandang juga diincar oleh Juventus dan Real Madrid.