Chat with us, powered by LiveChat
Home Blog

Indonesia Jadi yang Pertama Pulang di Kualifikasi Piala Dunia 2022

0

Timnas Indonesia ditekuk tuan rumah Malaysia di laga kelima Grup G putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Selasa (19/11/2019). Di Stadion Nasional, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Tim Garuda menyerah 0-2.

Indonesia pun menjadi wakil ASEAN (Asia Tenggara) pertama yang tersingkir dari persaingan menuju ke putaran ketiga.

Hasil ini juga memastikan Timnas Indonesia tak bisa lolos langsung ke putaran final Piala Asia 2023 yang bakal digelar di China.

Hingga matchday kelima, Tim Garuda masih nirpoin akibat selalu kalah. Yanto Basna dkk. terpuruk jadi juru kunci klasemen Grup G, hanya mampu memasukkan tiga gol serta kebobolan 16 gol.

Meski masih menyisakan tiga pertandingan lagi pada tahun depan, masing-masing melawan Thailand (26/3/2020), menjamu Uni Emirat Arab (30/3/2019), dan menghadapi Vietnam (4/6/2020), perolehan poin Indonesia sudah tak bisa lagi mengejar tim-tim yang ada di atasnya.

Yang Lain Masih Berpeluang

Selain Indonesia, ada tujuh negara ASEAN lain yang ikut serta dalam putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia. Ada yang berjibaku dari putaran pertama, seperti Malaysia (Grup G) dan Kamboja (Grup C).

Yang lain, termasuk Indonesia, langsung beraksi mulai putaran kedua, yakni Vietnam (Grup G), Thailand (Grup G), Filipina (Grup A), Myanmar (Grup F), dan Singapura (Grup D).

Bisa ditebak, hingga matchday kelima, negara-negara ASEAN lain sudah berhasil mengumpulkan poin. Terbanyak adalah Vietnam dengan poin 11, disusul Malaysia (9), dan Thailand (8), Singapura (7), Filipina (7), Myanmar (6), dan bahkan Kamboja (1).

Padahal, beberapa negara seperti Singapura, tergabung di grup berat karena harus menghadapi tim-tim kuat seperti Uzbekistan, Arab Saudi, Yaman hingga Palestina.

Begitu pula Kamboja yang harus meladeni Irak, Iran, Bahrain, serta Hong Kong, dan Myanmar yang harus berhadapan dengan Jepang, Kirgizstan, Tajikistan, serta Mongolia.

Hasil ini tentu memalukan, mengingat Kamboja sekalipun, negara yang selama ini prestasi sepak bolanya dianggap di bawah Timnas Indonesia, dinyatakan FIFA-AFC masih memiliki peluang lolos ke putaran ketiga, meski nantinya hanya dari jalur runner-up terbaik, karena mengantongi poin satu, hasil bermain 1-1 kontra Hong Kong (5/9/2019).

Kiprah Wakil-wakil ASEAN

Negara ASEAN ikut serta di putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia dan perolehan poin hingga laga kelima:

Vietnam (Grup G/poin 11, peringkat pertama), Malaysia (Grup G/9, peringkat kedua), dan Thailand (Grup G/8, peringkat ketiga), Singapura (Grup D/7, peringkat ketiga), Filipina (Grup A/7, peringkat ketiga), Myanmar (Grup F/6, peringkat keempat), Kamboja (Grup C/1, peringkat kelima), Indonesia (Grup G/0, peringkat kelima).

Tottenham Resmi Pecat Mauricio Pochettino

0

Klub Premier League, Tottenham akhirnya mengumumkan bahwa mereka telah resmi memecat Mauricio Pochettino dari kursi manajer menyusul serangkaian hasil buruk musim ini.

Pochettino mulai menangani Tottenham sejak Mei 2014 silam. Prestasi terbaik Pochettino adalah mengantar Spurs finis di peringkat dua Premier League musim 2016-17 serta melaju hingga partai final Liga Champions musim 2018-19 kemarin.

Sayang peruntungan Pochettino tak bagus pada musim ini. Spurs tampil angin-anginan di Premier League dan untuk sementara duduk di peringkat 14 klasemen.

Mourinho Jadi Pengganti?

Setelah Pochettino resmi dipecat, rumor mengenai siapa penggantinya pun kini ramai dibicarakan. Salah satu kandidat terkuat adalah eks manajer Chelsea dan Manchester United, Jose Mourinho.

Baru-baru ini muncul rumor yang menyebut bahwa Mourinho yang berhasrat segera kembali ke dunia kepelatihan memang tengah mengincar posisi manajer Spurs.

Mourinho kabarnya belum kapok berkarier di Premier League meski sebelumnya ia pernah tiga kali dipecat, masing-masing dua kali oleh Chelsea dan satu kali oleh Manchester United.

Arsenal Seriusi Perburuan Dominik Szoboszlai Untuk Cari Pengganti Granit Xhaka

0

Raksasa Premier League, Arsenal dikabarkan makin serius memburu tanda tangan dari gelandang muda milik Red Bull Salzburg, Dominik Szoboszlai mendekati jendela transfer Januari 2020 ini.

Arsenal diklaim merasa bahwa Szoboszlai menjadi figur yang paling cocok untuk menggantikan Granit Xhaka yang tampaknya akan segera hengkang dari Emirates Stadium.

Masa depan Xhaka bersama Arsenal diyakini sudah habis menyusul permusuhan dirinya dengan fans The Gunners yang berujung pencopotan ban kapten dari tangan Xhaka.

Dilansir Football Insider, kubu Arsenal tampaknya tak main-main dalam mengamati performa Szoboszlai. Mereka kabarnya mengirim pemandu bakat yang akan menyaksikan penampilan Szoboszlai bersama tim nasional Hungaria.

Selasa (20/11/2019) dini hari ini Hungaria akan bertandang ke Wales dalam laga penentuan di babak Kualifikasi EURO 2020 Grup E.

Arsenal memang sudah lama mengikuti perkembangan Szoboszlai. Awal tahun lalu The Gunners juga sempat dikaitkan dengan gelandang yang baru berusia 19 tahun tersebu

Arsenal bukan satu-satunya klub yang menginginkan Szoboszlai. Sebelumnya, tiga raksasa Serie A, yakni Juventus, Inter Milan, dan AC Milan kabarnya juga kepincut dengan sang pemain.

Szoboszlai tersohor karena permainan cerdasnya di lini tengah. Szoboszlai disebut sebagai calon gelandang terbaik yang memiliki gaya campuran antara Toni Kroos dengan Sergei Milinkovic-Savic.

Thiago Silva Jadi Biang Hengkangnya Zlatan Ibrahimovic dari AC Milan

0

Bek Timnas Brasil Thiago Silva mengungkapkan bahwa Zlatan Ibrahimovic meninggalkan AC Milan dan pindah ke PSG karena dirinya.

Ibrahimovic memperkuat Milan mulai tahun 2010. Saat itu ia direkrut dari raksasa La Liga, Barcelona.

Namun pada tahun 2012, ia hengkang dari San Siro. Ia kemudian menerima pinangan dari PSG.

Ibrahimovic tak sendirian pindah ke Paris. Ia hijrah ke PSG bareng dengan Thiago Silva.

Setelah keduanya pindah dari San Siro, performa Milan mulai mengalami penurunan. Di sisi lain PSG bangkit dan mulai mendominasi Ligue 1.

Setelah tujuh tahun, Silva akhirnya buka suara soal kepindahan Ibrahimovic kala itu. Ia mengaku sebelum pindah, pria asal Swedia itu sempat bertanya pada dirinya apakah ia benar-benar pindah ke PSG.

“Saya ingat Ibrahimovic memanggil saya dan bertanya: “Apakah Anda benar-benar gabung PSG?” Saya menjawab:” Ya, saya baru saja gabung mereka,” ungkapnya pada France Football.

“Lalu ia berkata: ‘Saya tidak bercanda! Jika Anda tidak pergi, saya tidak akan gabung mereka. Dan jika Anda membohongi saya, saya akan datang untuk Anda!’”

Setelah meninggalkan AC Milan, Zlatan Ibrahimovic sudah sering mengatakan ia membuka peluang balik ke San Siro. Dan sekarang ia disebut bisa segera gabung tim asuhan Stefano Pioli tersebut.

Ibrahimovic sudah memastikan akan meninggalkan klub yang ia perkuat dalam dua musim terakhir yakni LA Galaxy. Dan begitu kontraknya berakhir, pada bulan Desember 2019 nanti ia akan mengumumkan keputusannya terkait klub mana yang akan ia perkuat.

Selain AC Milan, kabarnya pria 38 tahun tersebut juga diminati oleh Bologna. Namun kabarnya istri Ibrahimovic lebih suka jika suaminya hijrah ke San Siro.

Selama dua tahun di San Siro, Zlatan Ibrahimovic tampil sebanyak 85 kali bagi AC Milan di semua ajang kompetisi. Ia sempat menyumbangkan satu gelar Scudetto dan satu Supercoppa Italiana.

Ganti Nomor Punggung Jadi Kunci Kemenangan Timnas Vietnam di Kualifikasi Piala Dunia 2022

0

Hanoi – Duel seru bakal tersaji di Stadion My Dinh, Hanoi, Selasa (19/11/2019), saat tuan rumah Timnas Vietnam menjamu Thailand dalam laga kelima Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Pertandingan yang dilabeli AFC sebagai derbi ASEAN ini memiliki pertaruhan tak kecil mengingat rivalitas kedua negara, sudah memasuki babak baru.

Kedua negara saat ini bersaing menjadi raja di ASEAN. Untuk sementara, Timnas Vietnam menduduki puncak klasemen Grup G dengan poin 10, disusul Thailand di peringkat kedua dengan poin tujuh.

Aroma gengsi tercium kuat dalam duel ini. Jadi, tak ada yang mau kalah dalam pertandingan kali ini. Thailand datang dengan modal tak pernah kalah dalam 21 tahun terakhir saat bermain di Vietnam.

Namun, Timnas Vietnam yang dalam dua tahun terakhir dilatih Park Hang-seo, kini jauh lebih baik. Vietnam sudah mampu memecahkan rekor tak pernah menang saat bermain di Indonesia, yang sudah 28 tahun lamanya.

Kebetulan, Thailand juga sedang dalam momen tak baik lantaran baru kalah dari Malaysia dalam laga matchday keempat (14/11/2019) serta pernaah ditahan Vietnam 0-0 pada matchday pertama Grup G (5/9/2019).

Park Hang-seo dipastikan tak ingin tim asuhannya menelan kekalahan dalam pertandingan ini. Media Vietnam, The Thao247, menulis ada kemungkinan pelatih asal Korea Selatan itu akan menerapkan taktik jitu untuk mendulang tiga poin dari Thailand.

Taktik itu adalah mengubah nomor punggung pemain. Sejauh ini, strategi itu cukup berhasil. Tim tangguh Uni Emirat Arab (UEA) menjadi “korban” strategi mengejutkan itu. Timnas Vietnam menang 1-0 lewat gol Nguyen Tien Linh pada menit ke-44 (14/11/2019).

Mengelabuhi Lawan

Taktik nomor punggung ini biasanya dilakukan dengan membedakan nomor punggung pemain saat sesi latihan dengan saat pertandingan. Atau, dari satu pertandingan dengan pertandingan lain.

Terkadang, tim lawan memantau kelemahan dan keunggulan lawan dengan melihat rekaman sesi latihan atau pertandingan, dengan lebih menekankan posisi pemain dengan menggunakan nomor punggung ketimbang nama pemain bersangkutan.

Strategi yang diusung Park Hang-seo ini berpotensi memberikan kejutan pada tim lawan, lantaran apa yang sudah “dipelajari” lebih dulu, menemui perubahan saat pertandingan.

Saat menjamu UEA, Park mengubah nomor punggung beberapa pemain, terutama yang selama ini “lepas” dari pengamatan lawan dan tak begitu populer, semisal Nguyen Tuan Anh, Do Hung Dung, Nguyen Van Toan, Nguyen Hoang Duc.

Sedangkan nomor punggung pemain-pemain bintang, seperti Nguyen Quang Hai dan Nguyen Cong Phuong, tak mengalami perubahan lantaran mereka sudah cukup “dikenal” lawan.

Pada laga melawan UEA, Tuan Anh diberi nomor 21 yang biasanya dipakai Dinh Trong, lalu nomor 9 yang biasa dikenakan Van Toan diberikan ke Hung Dung, sementara nomor 14 yang jadi nomor keramat Tuan Anh diambil alih Van Toan, dan nomor 6 yang jadi “milik” Luong Xuan Truong diberikan ke Nguyen Hoang Duc.

Strategi seperti ini tak banyak diterapkan pelatih, namun tak mustahil dilakukan untuk mengelabuhi lawan. Pelatih yang dikabarkan jadi kandidat nakhoda anyar Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, pernah menerapkan taktik serupa di Piala Dunia 2018.

Shin Tae-yong meminta pemainnya di Timnas Korea Selatan mengenakan nomor punggung yang berbeda saat latihan dan pertandingan.

Emre Can Akhirnya Secara Blak-blakan Mengakui Bahwa Dirinya Tak Bahagia di Juventus

0

Gelandang asal Jerman, Emre Can akhirnya secara blak-blakan mengakui bahwa dirinya tak bahagia di klubnya saat ini, Juventus.

Emre Can bergabung dengan Juventus pada tahun 2018 silam. Ketika itu, Si Nyonya Tua tidak perlu membayar sepeser untuk mendapatkannya. Emre Can pindah dari Liverpool dengan status bebas transfer.

Pada musim pertamanya di Serie A, Emre Can dinilai tampil cukup bagus. Pemain berusia 25 tahun tampil bagus dengan mencetak empat gol dari 29 pertandingan di Serie A. Catatan yang cukup bagus bagi debutan.

Namun, kedatangan Maurizio Sarri mengubah karir Emre Can di Turin. Emre Can tidak lagi menjadi andalan di lini tengah. Bahkan dia harus melihat kenyataan bahwa namanya tidak didaftarkan untuk bermain di Liga Champions.

Musim ini Can hanya tampil sebanyak empat kali di laga resmi bersama Juventus, tiga di antaranya sebagai pemain cadangan. Tak heran jika eks pemain Bayern Munchen itu merasa tak kerasan di Turin.

“Saya hanyalah seorang pria ambisius yang selalu ingin berkompetisi di level tertinggi. Namun saya juga belajar dari masa berat ini, bahwa semua tak selalu seperti yang saya harapkan,” ujar Emre Can kepada Kicker.

“Saya tak bermain dalam sebuah laga sejak awal, jadi saya tidak senang, tapi saya akan tetap kuat dan tetap bekerja keras sendiri,” imbuhnya.

“Saya kerap berada di gym sebelum atau sesudah latihan, melakukan latihan ekstra untuk bisa siap ketika panggilan datang,” tukasnya.

Pengakuan Emre Can bisa dianggap menjadi kode dirinya ingin berganti klub pada jendela transfer Januari mendatang. Kebetulan, sejumlah klub kabarnya tertarik merekrut Can.

Salah satu klub yang paling gencar dikaitkan dengan Emre Can belakangan ini adalah Manchester United. Setan Merah memang membutuhkan gelandang anyar karena terancam ditinggal sang bintang, Paul Pogba.

Mengenai kemungkinan pindah dari Alliaz Stadium, khususnya kembali ke Bundesliga, Emre Can hanya memberikan jawaban singkat.

“Semua bisa terjadi di sepak bola,” tegasnya.

Eric Abidal Menegaskan Bahwa Posisi Ernesto Valverde di Barcelona Aman

0

Raksasa La Liga, Barcelona lewat direktur olahraga mereka, Eric Abidal menegaskan bahwa posisi Ernesto Valverde di kursi entrenador tim hingga kini masih aman.

Barcelona kini masih memuncaki klasemen La Liga dengan perolehan poin 25, sama dengan koleksi poin tim peringkat dua, Real Madrid.

Meski demikian, posisi Valverde di kursi pelatih kerap disorot karena Barca seringkali tampil inkonsisten, termasuk di pentas Liga Champions.

Terlepas dari desakan untuk memecat Valverde karena dua kali gagal secara menyakitkan di Liga Champions, Barca lewat Abidal tetap menyuarakan dukungan mereka.

“Dalam situasi ini, Anda bisa berpikir bahwa pelatih adalah pihak yang patut disalahkan, tapi Anda harus menganalisis semuanya,” ujar Abidal kepada Sport.

“Apa yang sudah dibawa pelatih ke tim dan juga sebaliknya? Kami mendukung pelatih dan kami memberikan semua informasi kepadanya, meski dalam praktiknya sehari-hari menjadi kewenangan dia,” tambahnya.

Lebih lanjut, Abidal juga mencoba menjelaskan alasan mengapa klubnya hingga kini masih belum berpikir untuk memecat Valverde.

“Ada klub yang mengganti pelatih setelah meraih hasil buruk, tapi Anda harus selalu melihat ke situasi yang lebih lebar,” tutur Abidal.

“Jika sang pelatih melihat bahwa performa tim bisa ditingkatkan, maka Anda harus mendukungnya,” tukas sosok yang juga merupakan legenda Barca tersebut.

Liverpool Diyakini Hanya Perlu Mewaspadai Ancaman Manchester City

0

Liverpool diyakini hanya perlu mewaspadai ancaman Manchester City dalam pemburuan gelar juara Premier League 2019/20 ini. The Reds mungkin tidak perlu memperhatikan ancaman klub lain.

Setelah 12 pertandingan, peta persaingan papan atas musim ini mulai terbentuk. Liverpool dan Man City masih sangat kuat, lalu ada kejutan dari Leicester City dan Chelsea.

Bagi Jason McAteer, analis Premier League, persaingan papan atas musim ini bakal sangat menarik. Dia tahu Chelsea dan Leicester menyimpan ancaman, tapi sepertinya Liverpool bakal tetap nyaman.

Saat ini, Liverpool nyaman di puncak klasemen sementara dengan 34 poin. Lalu ada Leicester di peringkat kedua, diikuti Chelsea dan Man City. Menurut McAteer, Chelsea dan Leicester layak dianggap sebagai kejutan.

Seharusnya masih ada tim-tim lain seperti Tottenham Hotspur, Arsenal, atau Manchester United. Namun, justru Leicester yang mengejutkan.

“Yang dilakukan Brendan Rodgers di Leicester luar biasa dan pekerjaan Frank Lampard di Chelsea mungkin jauh lebih impresif lagi,” tutur McAteer kepada Racing Post via Goal internasional.

“Saya merupakan penggemar berat Frank dan saya kira Chelsea akan terus berkembang. Namun, mereka tidak akan menjadi pesaing juara musim ini.”

Chelsea dan Leicester mulai menunjukkan potensi mereka, tapi McAteer hanya tidak bisa membayangkan tim-tim itu bersaing dengan Liverpool atau Man City. Standar yang ditetapkan tim asuhan Jurgen Klopp dan Pep Guardiola begitu tinggi.

“Tim-tim seperti Chelsea dan Leicester bisa dengan mudah menderita kekalahan beruntun, atau mendapatkan sejumlah hasil imbang dari tiga pertandingan beruntun,” lanjut McAteer.

“Kekurangan seperti itu bisa membuat Anda kehilangan pijakan, mengingat betapa tingginya standar yang ditetapkan Liverpool dan Man City,” tandasnya.

Kemampuan Melatih Tim Chelsea Frank Lampard Diuji Dengan Adanya Embargo Transfer

0

Embargo transfer seperti dua sisi koin bagi Chelsea. Di satu sisi, pekerjaan Frank Lampard jadi lebih sulit karena tidak bisa mendatangkan pemain baru. Di sisi lain, dia bisa fokus mengandalkan pemain-pemain yang ada – termasuk pemain muda.

The Blues yang sekarang benar-benar berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tidak banyak nama besar dalam skuad Chelsea, justru didominasi pemain-pemain muda dengan potensi luar biasa.

Sebagai klub yang terkenal doyan membeli pemain jadi dengan harga mahal, perubahan situasi Chelsea ini jelas kentara. Namun, hukuman seperti ini ternyata justru menguntungkan Lampard.

Menurut Glenn Johnson, Chelsea yang sekarang jauh berbeda dengan Chelsea yang dahulu. nama besar klub masih ada, tapi tidak banyak pemain-pemain dengan label harga tinggi yang membela tim saat ini.

“Ketika saya masih bermain di sana, situasinya jauh berbeda. Saat itulah Roman Abramovich membeli semua pemain terbaik di dunia, pemain-pemain muda tidak benar-benar mendapatkan kesempatan,” ujar Glenn Johnson kepada Express.

“Era itu benar-benar berbeda, setiap nama besar datang ke klub. Sebab itu, sekarang saya benar-benar terkejut melihat para pemain muda tampil apik.”

Frank Lampard menghadapi tantangan berat. Di musim pertamanya sebagai pelatih Chelsea, dia harus menyiasati embargo transfer dan mencari solusi kepergian Hazard.

Untungnya, embargo transfer itu justru membantu Lampard fokus pada hal-hal yang ada. Johnson yakin Lampard pun merasakan sisi positif dari embargo transfer itu.

“Mereka memang harus memberikan kesempatan pada para pemain muda, sebab mereka sudah kehilangan pemain terbaik [Eden Hazard] dan hukuman transfer,” lanjut Johnson.

“Untungnya, semua pemain muda itu menjawab tantangan dengan baik dan Chelsea punya talenta luar biasa yang mungkin tidak akan pernah mereka ketahui enam bulan lalu,” tutupnya

Recent Posts