Chat with us, powered by LiveChat
Home Blog

Latih AS Roma, Jose Mourinho Bakal Bikin Inter Milan Waspada

0

Jose Mourinho akan langsung menjadi pelatih termahal di Liga Italia setelah didatangkan AS Roma mulai musim depan.

Selasa (4/5/2021), AS Roma mengonfirmasi kedatangan Jose Mourinho buat memegang kendali kapal mereka per musim depan.

Pelatih beken asal Portugal tersebut setuju meneken surat kerja sama berdurasi tiga tahun dengan I Lupi (Tim Serigala).

Mourinho menggantikan posisi kompatriotnya, Paulo Fonseca, yang dibebastugaskan akhir musim ini.

The Special One sendiri tak lama baru kehilangan pekerjaan karena di-PHK Tottenham Hotspur.

Mendatangkan figur top sekaliber Mourinho, AS Roma juga harus siap berkorban dalam sektor finansial untuk membayar gaji sang kolektor gelar Liga Champions bersama FC Porto dan Inter Milan.

Lantas, berapa gaji Mourinho di Roma kelak?

Menurut Sky Sport Italia dan Calcio e Finanza, Mou akan mengantongi sekitar 16 juta euro di musim pertamanya bersama Roma.

Angka tersebut sesuai dengan upah terakhirnya di Tottenham.

Otomatis jumlah itu akan mengalahkan pendapatan pelatih termahal di Liga Italia saat ini, Antonio Conte, yang dibayar Inter Milan 12 juta euro per musim.

Namun, ternyata AS Roma tak akan membayarnya sendiri, melainkan masih patungan dengan Tottenham.

Roma disebutkan hanya mengeluarkan biaya 7 juta euro buat menggaji Mourinho.

Sesuai perjanjian dalam kontrak dengan Mou, yang seharusnya masih berlaku sampai 2023, Spurs akan menutupi kekurangan jumlah gaji dari pendapatan sebelumnya di klub London itu.

Dengan kata lain, Tottenham masih akan membayar 9 juta (56%) dari total pendapatan bersih 16 juta euro yang masuk kantong Mourinho.

Kalau pernyataan Sky Sport tersebut dijadikan acuan, patungan Roma dan Spurs untuk menggaji Mourinho hanya berlaku untuk tahun pertamanya.

Dalam dua tahun selanjutnya, dia akan mengantongi upah 7 juta euro per musim, plus bonus.

Di Roma, angka tersebut masih terhitung tinggi mengingat Fonseca saja cuma dibayar 2,5 juta euro per musim.

Cetak 2 Gol, Riyad Mahrez Antar Man City ke Final Liga Champions

0

Winger Manchester City, Riyad Mahrez, mengukir 3 rekor mengesankan usai berhasil membawa timnya ke final Liga Champions.

Riyad Mahrez menjadi pahlawan kemenangan 2-0 Manchester City atas Paris Saint-Germain pada laga leg kedua semifinal Liga Champions 2020-2021, Selasa (4/5/2021) waktu setempat.

Berduel di Etihad Stadium, Riyad Mahrez sukses memborong kedua gol kemenangan Manchester City.

Riyad Mahrez membuka skor ketika pertandingan baru berjalan 11 menit.

Berawal dari tendangan Kevin de Bruyne yang diblok bek Paris Saint-Germain, Alessandro Florenzi.

Mahrez lalu berlari mengejar bola liar di dalam kotak penalti dan langsung menyepak bola dengan kaki kanannya.

Sepakan Mahrez mengarah ke arah kanan bawah gawang PSG yang melewati sela-sela kaki kiper Keylor Navas.

Pada babak kedua, tepatnya 18 menit pasca-jeda, Mahrez melengkapi brace-nya sekaligus mencetak gol penutup Man City.

Berawal dari skema serangan balik, Phil Foden menggiring bola dari sisi kanan penyerangan dan memberikan umpan mendatar ke Mahrez di dalam kotak penalti.

Tanpa pengawalan, Mahrez dengan tenang menceploskan bola gawang Navas dengan kaki kirinya.

Berkat dua gol Mahrez, Man City berhak melenggang ke partai final Liga Champions 2020-2021.

The Citizens menang dengan skor agregat 4-1 setelah pada pertemuan pertama juga mampu memenangi laga 2-1 atas PSG.

Kegemilangan Mahrez pun membuat sang pemain menorehkan 3 catatan mengesankan bersama Man City.

Pertama, Dilansir BolaSport.com dari Goal, Mahrez menjadi pemain klub Liga Inggris kedua yang mencetak gol pada dua laga leg semifinal Liga Champions.

Sebelum mengemas brace pada leg kedua, Mahrez telah berhasil menjebol jala PSG pada leg pertama.

Mahrez mencetak satu gol lewat tendang bebas cantik dalam kemenangan 2-1 Man City di Stadion Parc des Princes.

Mahrez kini sejajar dengan penyerang Liverpool, Sadio Mane.

Sadio Mane melakukannya saat Liverpool bertemu AS Roma pada semifinal Liga Champions 2017-2018.

Rekor kedua, Mahrez menjadi pemain Man City pertama yang mencetak gol dalam 3 laga beruntun di babak gugur Liga Champions dalam satu musim.

Mahrez tercatat membobol gawang Borussia Dortmund pada laga leg kedua perempat final dan menjebol jala PSG di 2 laga semifinal.

Adapun rekor terakhir, Mahrez kini menjadi pemain Aljazair pertama yang sanggup mencetak 10 gol di Liga Champions.

 

Pemain 23 Tahun Ruben Dias Mendongkrak Kualitas Pertahanan Manchester City

0

Terjawab sudah alasan Josep Guardiola mati-matian mengusahakan transfer Ruben Dias musim panas lalu. Jawabannya ada di semifinal Liga Champions musim 2020/21 ini.

Rabu (5/5/2021), Man City menaklukkan PSG dengan skor 2-0 dalam duel leg kedua semifinal. Guardiola dan skuadnya berhak melangkah ke final dengan agregat 4-1, masih terlalu tangguh.

Tentu pujian layak diberikan pada Riyad Mahrez yang mencetak dua gol di Etihad Stadium tadi. Bahkan, Mahrez mencetak total tiga gol ke gawang PSG di semifinal kali ini.

Dias adalah salah satu pembelian Guardiola musim panas lalu dan kini terjawab mengapa Dias jadi target utama Pep. Kehadirannya benar-benar mendongkrak kualitas pertahanan Man City.

Dias baru 23 tahun, tapi usia bukan ukuran performa. Dia benar-benar membungkam Mauro Icardi di laga ini dan memaksa Neymar frustrasi membuang peluang.

Menariknya, cara bertahan Dias cukup unik. Dia tidak banyak membuat tekel atau intersep, tapi memosisikan tubuhnya untuk membatasi dan menghalangi pergerakan lawan.

Di leg pertama lalu Dias berhasil membungkam ancaman Kylian Mbappe. Kini dia bisa menetralisir permainan Neymar dan menjaga gawang Man City tak kebobolan.

Pertandingan dimenangkan dengan gol, tapi gelar juara diraih dengan pertahanan tangguh. Ini prinsip yang diakui oleh semua pelatih dan Guardiola jelas menerapkannya dalam tim.

Man City bisa dibilang memiliki salah satu kualitas lini pertahanan terbaik di ERopa saat ini. Duet Dias dan Stones nyaris tidak tertembus.

Karena itu, Man City seharusnya sudah punya segalanya untuk jadi juara. Kini mereka melangkah ke final, satu kemenangan lagi untuk meraih trofi impian.

Tentu peluang juara Man City juga tergantung pada lawan yang dihadapi. Kamis (6/5) besok ada Chelsea dan Real Madrid yang berebut satu slot sisa.

Chelsea Sudah Punya Pemain Nomor 10 Pengganti Eden Hazard

0

Semifinal Liga Champions musim 2020/2021 mungkin adalah momen yang tepat bagi fans Chelsea untuk melupakan Eden Hazard. Sebab, mereka kini punya nomor 10 baru pada diri Christian Pulisic.

Hazard pernah membela Chelsea selama tujuh musim. Pemain asal Belgia itu membantu Chelsea meraih dua gelar Premier League dan Liga Europa. Sosoknya cukup ikonik bagi klub asal London.

Namun, Hazard meninggalkan Chelsea pada 2018 lalu. Hazard pindah ke Real Madrid, klub yang menjadi impiannya sejak kecil. Hazard dan Chelsea lantas dipertemukan kembali di semifinal Liga Champions.

Eden Hazard memang tidak selalu memakai nomor punggung 10 di Chelsea. Namun, dengan nomor itulah Hazard menjadi sosok yang ikonik. Kepergian Hazard sangat disesalkan fans Chelsea dan mungkin belum move on sampai saat ini.

Di sisi lain, Chelsea sejatinya punya nomor 10 baru pada diri Christian Pulisic. Pemain asal Amerika itu mencoba untuk mengambil alih beban Hazard dengan warisan dan nomor 10 yang dipakainya.

“Itu [keputusan Pulisic memakai nomor 10] menunjukkan tekad, dan impian yang ingin dipenuhi Pulisic. Dia menuntut dirinya sendiri,” ucap manajer Chelsea, Thomas Tuchel.

“Ini adalah bagian yang sangat bagus dari keputusannya, kelemahan dari keputusan ini adalah orang-orang akan selalu membandingkan Anda dengan nomor 10 mana pun di dunia, dan dengan nomor 10 di klub besar seperti Chelsea,” katanya.

Pulisic belum menjadi pemain yang menentukan layaknya Eden Hazard di masa lalu. Pulisic mengalami penurunan performa lantaran cedera pada musim 2020/2021. Namun, Tuchel tetap yakin dengan potensinya.

“Saat ini dia berada di posisi yang bagus dan dia memiliki pengaruh besar bagi tim kami. Jadi semuanya baik-baik saja dan kami bisa sangat bahagia jika dia terus menunjukkan kemampuannya,” kata Tuchel.

Pada musim pertamanya di Chelsea, Pulisic mampu mencetak sembilan gol di Premier League. Namun, dia belum mampu memberikan satu gelar pun untuk The Blues.

Chelsea vs Real Madrid, Tunchel dan Zidane Siap Adu Taktik

0

Prediksi Susunan Pemain dan Live Streaming Chelsea vs Real Madrid di Liga Champions, Kamis (6/5/2021) via Live Streaming SCTV dan Siaran Langsung SCTV. Karim Benzema dan Christian Pulisic main.

Siaran Langsung Liga Champion antara Chelsea vs Real Madrid tayang via Live Streaming TV Online SCTV tapi bisa diakses di link streaming di artikel ini mulai pukul 02.00 WIB. Adu strategi Thomas Tuchel vs Zinedine Zidane.

Link Live Streaming Chelsea vs Real Madrid bisa diakses via Live Streaming SCTV dan Siaran Langsung SCTV. Cek Prediksi Susunan Pemain di Jadwal Liga Champions ada artikel ini, Karim Benzema dan Christian Pulisic main.

Duel Chelsea vs Real Madrid di Liga Champion dapat diakses via Live Streaming TV Online yang kami sediakan.

Chelsea akan menjamu Real Madrid pada leg ke-2 semifinal Liga Champions 2020/21, Kamis (6/5/2021).

Sebuah duel hidup-mati akan tersaji di Stamford Bridge.

Tak ada pemenang dari leg pertama di Spanyol. Di kandang Madrid pekan lalu, kedua tim bermain seri 1-1.

Chelsea unggul lewat gol Christian Pulisic menit 14, dan anak-anak asuh Zinedine Zidane menyamakan kedudukan melalui gol sang bomber Karim Benzema menit 29.

Bicara kans lolos, Chelsea sedikit lebih bagus. Pasalnya, selain imbang, mereka juga mencetak gol tandang.

Hasil imbang tanpa gol di Stamford Bridge nanti saja sudah cukup untuk meloloskan pasukan Thomas Tuchel ke final.

Namun, Madrid, yang merupakan rajanya kompetisi ini, tidak bakal mudah disingkirkan.

Thibaut Courtois serta Eden Hazard kembali ke Stamford Bridge, dan kali ini sebagai lawan.

Meski gagal tampil optimal pada leg pertama, mereka tentu siap memberikan yang terbaik jika diberi kesempatan untuk turun di leg kedua nanti.

Chelsea maupun Madrid sama-sama telah memanaskan mesin untuk duel penentuan ini dengan kemenangan di liga masing-masing akhir pekan kemarin.

Chelsea menang 2-0 menjamu Fulham di Premier League. Kai Havertz memborong dua gol, sedangkan kiper Edouard Mendy lagi-lagi tampil solid untuk membawa Chelsea meraih clean sheet.

Sementara itu, Madrid menang menjamu Osasuna di La Liga, juga dengan skor 2-0, melalui gol-gol Eder Militao dan Casemiro yang tercipta di menit-menit akhir.

Sekarang, fokus mereka telah dialihkan ke duel hidup-mati di Stamford Bridge.

Prediksi Susunan Pemain

Chelsea (3-5-2): Mendy; Rudiger, Silva, Christensen; Chilwell, Mount, Jorginho, Kante, Azpilicueta; Pulisic, Werner.

Pelatih: Thomas Tuchel.

Info skuad: Kovacic (cedera), Rudiger (meragukan).

Real Madrid (4-3-3): Courtois; Nacho, Varane, Militao, Odriozola; Kroos, Casemiro, Modric; Vinicius, Benzema, Asensio.

Pelatih: Zinedine Zidane.

Info skuad: Marcelo (absen), Vazquez (cedera), Carvajal (cedera), Mendy (meragukan), Ramos (meragukan).

Head-to-Head di Kompetisi Klub UEFA

  • Pertemuan: 4
  • Chelsea menang: 2
  • Gol Chelsea: 5
  • Imbang: 2
  • Real Madrid menang: 0
  • Gol Real Madrid: 3.

4 Pertemuan Sebelumnya

  • 28-04-2021 Madrid 1-1 Chelsea (UCL)
  • 28-08-1998 Madrid 0-1 Chelsea (UEFA Super Cup)
  • 21-05-1971 Madrid 1-2 Chelsea (UEFA Cup Winners’ Cup)
  • 19-05-1971 Chelsea 1-1 Madrid (UEFA Cup Winners’ Cup).

5 Pertandingan Terakhir Chelsea (M-S-M-S-M)

  • 17-04-21 Chelsea 1-0 City (FA Cup)
  • 21-04-21 Chelsea 0-0 Brighton (EPL)
  • 24-04-21 West Ham 0-1 Chelsea (EPL)
  • 28-04-21 Madrid 1-1 Chelsea (UCL)
  • 01-05-21 Chelsea 2-0 Fulham (EPL).

5 Pertandingan Terakhir Real Madrid (S-M-S-S-M)

  • 19-04-21 Getafe 0-0 Madrid (La Liga)
  • 22-04-21 Cadiz 0-3 Madrid (La Liga)
  • 25-04-21 Madrid 0-0 Betis (La Liga)
  • 28-04-21 Madrid 1-1 Chelsea (UCL)
  • 02-05-21 Madrid 2-0 Osasuna (La Liga).

Statistik dan Prediksi Skor

Chelsea belum pernah kalah melawan Madrid (M2 S2 K0).

Chelsea tak terkalahkan dalam 5 laga terakhirnya di semua kompetisi (M3 S2 K0).

Selalu tercipta maksimal 2 gol dalam 6 laga terakhir Chelsea di semua kompetisi.

Chelsea mencatatkan 12 clean sheet dalam 16 laga terakhirnya di semua kompetisi.

Chelsea baru kalah 1 kali di Liga Champions musim ini (M7 S3 K1).

Selalu tercipta maksimal 2 gol dalam 6 laga terakhir Chelsea di Liga Champions.

Madrid tak terkalahkan dalam 19 laga terakhirnya di semua kompetisi (M13 S6 K0).

Madrid mencatatkan 10 clean sheet dan tak pernah kebobolan lebih dari 1 gol di tiap laga dalam 19 laga terakhirnya di semua kompetisi.

Madrid tak terkalahkan dalam 6 laga terakhirnya di Liga Champions (M4 S2 K0).

Madrid memenangi 6 dari 11 pertandingan yang sudah mereka mainkan di Liga Champions musim ini (M6 S3 K2).

Madrid tanpa kemenangan dalam 4 lawatan terakhirnya ke Inggris (M0 S2 K2).

Prediksi skor akhir: Chelsea 1-1 Real Madrid.

Crotone dan Parma Dipastikan Degradasi ke Serie B Italia

0

Seluruh pertandingan di giornata ke-34 Serie A telah bergulir. Di pekan ini sudah diketahui tim yang meraih Scudetto dan dua tim yang terdegradasi ke Serie B.

Inter Milan dipastikan merebut Scudetto usai menekuk Crotone 2-0. Sedangkan di laga lainnya, pesaing terdekat Atalanta ditahan Sassuolo 1-1.

Inter mengumpulkan 82 poin dari 34 pertandingan. Dengan sisa empat laga, torehan poin mereka tak bisa dikejar Atalanta, Juventus, dan AC Milan yang sama-sama mengumpulkan 69 poin.

Sementara itu, dua tim yang turun kasta juga sudah bisa dipastikan. Mereka adalah Parma dan Crotone.

Crotone terbenam di dasar klasemen dengan 18 poin. Mereka tak bisa mengejar Cagliari (32 poin) yang menempati zona aman.

Satu tim lain yang harus degradasi adalah Parma. Hal ini dipastikan usai mereka kalah 0-1 dari Torino di Stadio Olimpico Grande Torino, dini hari tadi.

Tentunya, ini hal ironis untuk Parma yang merupakan klub legendaris di Serie A. Mereka hanya mampu tiga musim tampil di kasta teratas sejak promosi di musim 2018/19.

Pelatih Manchester City Josep Guardiola : Kami Bisa Saja Bermain Buruk dan Gagal Ke Final

0

Manchester City sedang dalam keadaan unggul atas PSG dalam duel semifinal Liga Champions. Namun, situasi menguntungkan itu tidak membuat sang pelatih, Josep Guardiola, jadi leluasa untuk bersikap optimis.

Kedua tim sudah menjalani laga leg pertama yang digelar di markas PSG, Parc des Princes, pada Kamis (29/4/2021) lalu. Laga tersebut berakhir dengan skor 2-1 untuk Manchester City berkat gol dari Kevin de Bruyne dan Riyad Mahrez.

Kemenangan di leg pertama serta dua gol tandang membuat the Citizens berada pada posisi yang sangat menguntungkan. Mereka hanya perlu meraih hasil imbang pada pertemuan kedua yang digelar di Etihad Stadium, Rabu (5/5/2021) besok.

Jikalau kalah sekalipun, Manchester City masih bisa lolos ke babak final. Syaratnya, gawang mereka tidak boleh kebobolan lebih dari satu gol. Asalkan cuma kalah 0-1, the Citizens tetap dinyatakan lolos karena unggul agresivitas gol tandang.

Tidak bisa dimungkiri, satu kaki Manchester City telah menapak di panggung final Liga Champions. Akan tetapi, Guardiola tidak ingin sesumbar dan mengusung sikap optimis yang terlalu berlebihan jelang pertandingan.

“Saya ingin merasa kalau kami telah bejalar dari kekalahan kami, tapi saya tidak tahu bagaimana kami akan bereaksi – itu selalu menjadi misteri,” ujar Guardiola seperti yang dikutip dari Sky Sports.

“Bagian yang baik dari pekerjaan kami adalah ketidakpastian yang luar biasa. Mengecewakan, memang, tapi hidup selalu memberikan anda kesempatan lain, tantangan lainnya.”

“Saya ingin berkata, ‘ya, kami telah belajar dari kekalahan itu’, tapi mungkin besok kami bermain buruk. Saya tidak berpikir seperti itu, tapi kami bisa saja bermain buruk dan gagal ke final,” lanjut pria berkebangsaan Spanyol tersebut.

Bukannya Guardiola bersikap pesimis. Ia juga punya keyakinan kalau Manchester City mampu ke final Liga Champions musim ini. Yang dilakukan eks pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut hanyalah bersikap realistis.

Kalaupun memang Manchester City benar-benar gagal ke babak final, Guardiola sudah menyiapkan mental terbaiknya untuk menerima. ia siap bersikap lapang dada untuk memberikan ucapan selamat kepada sang lawan.

“Yang saya pikirkan sekarang adalah kami akan memainkan pertandingan luar biasa, dan kami akan mencapai babak final. Jika tim lain lebih baik, saya akan memberi ucapan selamat kepada lawan. Namun saya merasa kami akan bermain dengan baik,” pungkasnya.

Fans Manchester United Bikin Onar di Old Trafford

0

Manchester United enggan menyebut semua pengunjuk rasa yang memasuki Old Trafford sebagai pelaku kerusuhan. Akan tetapi, mereka membenarkan kalau ada sebagian kecil dari fans yang memang berniat melakukan tindakan kriminal.

Pada Minggu (2/4/2021) malam WIB, Old Trafford mendapatkan ‘serangan’ dari fans Manchester United. Mereka menggelar aksi demo untuk menuntut Keluarga Glazer segera melepas saham mayoritas klub ke pihak kalin.

Unjuk rasa ini merupakan puncak kekesalan fans terhadap rezim Keluarga Glazer. Keikutsertaan Manchester United dalam kompetisi kontroversial, European Super League, membuat amarah fans the Red Devils kian menjadi-jadi.

Alhasil, mereka melakukan aksi protes yang berlangsung cukup rusuh. Proses unjuk rasa memakan satu korban, yakni anggota kepolisian yang berniat mengontrol situasi di Old Trafford. Dari laporan, diketahui kalau anggota kepolisian tersebut sampai harus dilarikan ke rumah sakit.

Tidak semua fans melakukan aksi unjuk rasa secara damai. Beberapa dari mereka bentrok dengan pihak kepolisian dan merusak beberapa instrumen pertandingan, salah satunya bendera yang kerap ditempatkan di pojok lapangan.

Manchester United mengutuk pengunjuk rasa yang melakukan tindakan kriminal. Namun mereka enggan main hakim sendiri. Pihak klub membiarkan pihak kepolisian untuk mengusut para pelaku kriminal dalam aksi ini.

“Mayoritas fans kami telah dan akan mengutuk tindak kriminal, bersama dengan kekerasan apapun terhadap staf klub, polisi atau penggemar lainnya, dan ini sekarang menjadi masalah kepolisian,” tulis pernyataan klub.

Pihak klub sendiri sudah menyiapkan sanksi tegas buat para pengunjuk rasa yang melakukan tindakan kriminal. Akan tetapi, mereka tidak ingin membabi buta dengan mengaplikasikan sanksi tersebut kepada semua orang yang memasuki stadion.

“Klub tidak berniat melihat pengunjuk rasa yang damai ikut terkena hukuman, namun akan bekerja sama dengan pihak kepolisan untuk mengidentifikasi mereka yang terlibat dalam aktivitas kriminal, dan juga akan mengeluarkan sanski sendiri kepada pemegang tiket musiman atau anggota yang berhasil diidentifikasi, sesuai dengan sanksi yang dipublikasikan.”

“informasi seputar penjadwalan ulang pertandingan dan kemungkinan implikasi pada pertandingan lain bakalan diumumkan setelah diskusi dan kesepakatan dengan pihak Premier League,” tutup pernyataan tersebut.

Imbas dari aksi protes tersebut adalah tertundanya laga antara Manchester United melawan Liverpool di ajang Premier League pada hari yang sama. Belum diketahui secara pasti kapan laga tersebut akan digelar.

Jadwal Leg 2 Semifinal Liga Champions: PSG Sambangi Markas Man City

0

Liga Champions 2021 babak semifinal leg kedua akan dimainkan minggu ini.

Jangan sampai ketinggalan untuk menyaksikan live streaming Liga Champions dan menjadi saksi tim yang lolos final Liga Champions 2021.

Pertandingan minggu ini MC dan Chelsea sama-sama menjadi tuan rumah menjamu lawannya.

MC dan Chelsea tentunya diuntungkan pada leg kedua yang bermain di kandang mereka.

Manchester City Vs PSG Rabu 5 Mei 2021

Chelsea Vs Real Madrid Kamis 6 Mei 2021

Dua pertandinga tersebut kick off pukul 02.00 WIB dini hari.

Pada leg pertama Man City unggul 2-1 atas PSG dan Chelsea Vs Madrid bermain imbang 1-1.

Paris Saint-Germain (PSG) menderita kekalahan tragis (1-2) kala menjamu Manchester City pada laga leg pertama semifinal Liga Champions 2020-2021, di Stadion Parc des Princes, Prancis, Kamis 29 April 2020, dini hari WIB.

Pada babak pertama, PSG lebih dulu unggul 1-0 melalui sundulan Marquinhos pada menit 15′.

Gol ini menjadi satu-satunya yang tercipta sepanjang babak pertama.

Memasuki babak kedua, Pep Guardiola mengubah strategi dan berhasil.

Pada menit 64′, Kevin De Bruyne menjebol gawang Keylor Navas, memanfaatkan umpan terukur Oleksandr Zinchenko yang baru masuk pada babak kedua.

Gol ini memacu semangat anak-anak City untuk merebut kemenangan.

Riyad Mahrez pun muncul untuk membalikkan skor menjadi 1-2 untuk City.

Bermula dari tendangan bebas, sepakan khaki kiri Riyad Mahrez mampu menerobo pagar betis PSG.

Selang beberapa menit kemudian, PSG bahkan kehilangan satu pemain, Idrissa Gana Gueye yang menreima kartu merah.

Hasil ini membawa Man City kian dekat ke partai puncak menghadapi pemenang Real Madrid kontra Chelsea.

Pada leg 2 pekan depan, Rabu 5 Mei 2021, Manchester City cukup bermain imbang di markasnya untuk melaju ke final.

Sehari sebelumnya, Chelsea sukses menahan imbang Real Madrid (1-1) pada laga leg 1, di Stadion Alfredo Di Stefano, Rabu 28 April 2021.

Dua gol yang tercipta dalam laga itu dicetak Christian Pulisic pada menit 14′ yang kemudian dibalas Karim Benzema melalui tendangan voli pada menit ke-29.

Chelsea menjamu Real Madrid pada leg 2 pekan depan, Kamis 6 Mei 2021 dini hari WIB, dan mereka cukup bermain imbang tanpa gol untuk melaju ke puncak.

Manchester City dan Chelsea sama-sama diuntungkan pada leg kedua nanti.

Kedua tim ini cukup bermain imbang 0-0 sudah dipastikn lolos Final Liga Champions 2021.

Manchester City jikapun kala 1-0 tetap akan lolos karena unggul gol tandang atas PSG.

Susunan Pemain PSG vs Man City

Paris Saint-Germain (4-2-3-1): GK- Keylor Navas (1); Alessandro Florenzi (24), Marquinhos (5), Presnel Kimpembe (3), Mitchel Bakker (25); Idrissa Gana Gueye (27), Leandro Daniel Paredes (8); Angel Di Maria (11), Marco Verratti (6), Neymar (10); Kylian Mbappe (7).

Pelatih: Mauricio Pochettino

Manchester City (4-3-3): GK – Ederson Moraes (31); Kyle Walker (2), John Stones (5), Ruben Dias (3), Joao Cancelo (27); Ilkay Gundogan (8), Rodri (16), Bernardo Silva (20); Riyad Mahrez (26), Kevin De Bruyne (17), Phil Foden (47).

Pelatih: Pep Guardiola

Wasit: Felix Brych (Jerman)

Link Live Streaming Liga Champions

SCTV

Vidio 1

Vidio 2

Video 3

LINK Hasil Liga Champions

Live Score 1

Live Score 1

Jadwal Semifinal Liga Champions 2021

Rabu, 28 April 2021

Real Madrid vs Chelsea

PSG vs Manchester City

Rabu, 5 Mei 2021

Chelsea vs Real Madrid

Manchester City vs PSG

Final Liga Champions

Sabtu, 29 Mei 2021 di Istanbul, Turki

Statistik dan hasil lengkap Liga Champions 2020-2021

101 Hari di Puncak Klasemen Liga Italia, Inter Milan Resmi Juara

0

Serangkaian angka menarik menghiasi keberhasilan Inter Milan meraih titel juara Liga Italia mereka yang ke-19.

Inter Milan menyegel gelar scudetto ke-19 mereka pada Minggu (2/5/2021).

Kepastian juara Inter Milan muncul setelah sang pesaing terdekat, Atalanta, gagal menang atas Sassuolo.

Atalanta hanya berbagi skor 1-1 dengan Sassuolo, sementara sehari sebelumnya, Inter Milan sukses membenamkan Crotone dua gol tanpa balas di Stadion Ezio Scida.

Kombinasi hasil tersebut sudah cukup mengantar Inter Milan ke podium juara Liga Italia 2020-2021.

Kami mencoba merangkum pencapaian titel scudetto ke-19 Inter Milan ke dalam serangkaian angka-angka menarik.

4 Scudetto Antonio Conte

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, sukses meraih empat titel scudetto. Perinciannya, tiga ia bukukan saat masih membesut Juventus dan satu sisanya bersama Inter Milan musim ini.

Hanya ada empat nama ahli strategi yang punya koleksi scudetto lebih banyak dari Conte, yakni Giovanni Trapattoni (7 scudetto), Massimiliano Allegri (6), Marcello Lippi (5), dan Fabio Capello (5).

Selain itu, Conte juga menyamai rekor unik Trapattoni sebagai pelatih yang pernah menghadirkan gelar juara Liga Italia bagi Juventus dan Inter.

9 Pemain Berkontribusi Minimal 3 Gol

Kerja tim menjadi kunci sukses Inter Milan meraih gelar juara Liga Italia 2020-2021.

Hal tersebut dibuktikan dengan kemunculan sembilan nama pilar Inter yang setidaknya sudah mencapai batasan tiga gol. Rekor tertinggi di Serie A.

Mereka adalah Romelu Lukaku (21 gol), Lautaro Martinez (15), Achraf Hakimi (7), Alexis Sanchez (5), Milan Skriniar (3), Matteo Darmian (3), Ivan Persic (3), Danilo D’Ambrosio (3), dan Nicolo Barella (3).

11 Tahun Penantian

Inter Milan mengakhiri 11 tahun penantian mereka akan gelar scudetto. Sebelum musim ini, nikmat menjadi juara Liga Italia terakhir kali dirasakan pasukan La Beneamata, julukan Inter, pada 2009-2010.

Ini merupakan salah satu penantian scudetto terpanjang dalam sejarah Inter Milan.

Jarak lebih panjang antargelar scudetto Inter terjadi pada rentang 1939-1940 ke 1952-1953 (13 tahun) dan 1988-1989 ke 2005-2006 (17 tahun).

36 Gol LuLa

Perjalanan Inter Milan menuju gelar juara Liga Italia 2020-2021 banyak terbantu oleh performa impresif duo LuLa (Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez).

Lukaku mengemas 21 gol sementara Lautaro 15 kali menjebol gawang musuh.

Untuk pertama kali sejak 1958-1959, Inter Milan punya pasangan yang masing-masing setidaknya bisa mencapai torehan 15 gol.

Pada 1958-1959, duet maut Inter adalah Eddie Firmani (20 gol) dan Antonio Angelillo (33 gol).

68 Persen Rasio Kemenangan

Berdasarkan statistik rasio kemenangan, Antonio Conte layak disebut sebagai pelatih terbaik Inter Milan.

Rasio kemenangan pelatih asal Lecce tersebut bersama Inter mencapai 68 persen.

Conte mengungguli sejumlah nama beken arsitek Inter Milan di masa lampau semodel Jose Mourinho (64 persen rasio kemenangan), Aldo Olivieri (63 persen), Giulio Cappelli (59 persen), dan Roberto Mancini (58 persen)

Sebagai informasi, penyusunan daftar tersebut hanya memuat nama pelatih yang minimal menukangi Inter Milan dalam 25 laga.

101 Hari di Puncak

Kendati mengantongi keunggulan jarak yang signifikan dengan para pesaing, tak banyak yang menyangka bahwa sebelum dipastikan juara, sejatinya Inter Milan hanya menduduki puncak klasemen Liga Italia musim ini selama 101 hari.

Salah satu pesaing Inter Milan di jalur juara Serie A 2020-2021, AC Milan bahkan lebih lama mengokupasi singgasana pucuk klasemen, tepatnya 118 hari.

Recent Posts

togel online