Federasi sepak bola Spanyol (RFEF) ingin mengubah format kompetisi LaLiga. Namun, operator kompetisi enggan untuk menerima usulan tersebut.

RFEF menginginkan perubahan dalam kompetisi agar klub tak merasakan musim yang berat. Mereka ingin para pemain menjalani laga yang lebih sedikit dan mencetuskan ide untuk melangsungkan pertandingan di luar negeri.

“Kami berada mengusulkan format lain dan lebih menarik dengan jumlah pertandingan lebih sedikit, lebih banyak pekan libur bagi tim, serta bisa melangsungkan laga di luar negeri,” kata Presiden RFEF, Luis Rubiales dikutip┬áMarca.

1. Diskusi soal wacana ubah format berlanjut

Rubiales menilai format kompetisi yang diajukannya merupakan terobosan baru dan tak pernah ada di kompetisi lain. Perubahan ini, dilanjutkan Rubiales, bisa saja meningkatkan sejumlah aspek, baik dari segi teknis maupun komersial.

“Tentu, saya begitu terbuka untuk mencapai kesepakatan hal-hal baru dalam sepak bola. Nanti saya bakal berdiskusi dengan Tebas untuk mengusulkan perubahan format kompetisi LaLiga,” ujar Rubiales.

2. LaLiga tolak keras

Belum juga bertemu, pihak LaLiga ternyata menolak mentah-mentah usulan tersebut. Presiden LaLiga, Javier Tebas, bahkan enggan bertemu langsung dengan RFEF jika hanya membicarakan wacana perubahan format LaLiga di masa depan. Terlebih, kompetisi saat ini dinilai berjalan cukup baik.

“LaLiga tak bisa meninjau alterasi dalam sistem kompetisi, karena sudah terbukti bisa sukses dalam beberapa tahun terakhir. Menciptakan hingga menimbang perubahan sekecil apapun, bisa jadi keputusan yang tak bertanggung jawab,” ujar Tebas.

3. LaLiga sudah ikuti format Serie A hingga Premier League

Sebetulnya, LaLiga sudah mengikuti format kompetisi top Eropa seperti Premier League dan Serie A yang melibatkan 20 kontestan. Kompetisi pun relatif punya durasi yang sama, yakni sembilan bulan per musimnya. Seluruh tim menjalankan 38 pekan untuk menyelesaikan kompetisi.

Tak sedikit yang menilai hal itu memberatkan klub dan para pemain. Mereka mesti menjalani jadwal padat di LaLiga dan pertandingan resmi di kalender FIFA bersama negaranya. Walhasil, RFEF menginginkan perubahan untuk menciptakan kompetisi yang lebih sehat.