Progres apik yang ditunjukkan musim lalu membuat AC Milan digadang-gadang sebagai penantang gelar terkuat di Serie A 2021/22. Namun kata Davide Calabria, Rossoneri lebih baik kalau tidak diunggulkan sama sekali.

Selama beberapa tahun terakhir, Milan hampir tak pernah masuk ke dalam bursa calon juara Serie A. Keterpurukan yang dialami mereka membuat kejadian pergantian pelatih kerap terjadi hampir di setiap musimnya.

Penurunan prestasi Milan ditandai pemecatan Massimiliano Allegri di tahun 2014. Sejak saat itu kursi kepelatihan diduduki oleh sembilan pelatih yang berbeda termasuk nahkodanya saat ini, Stefano Pioli.

Bahkan, menjelang akhir musim 2019/20, banyak rumor yang mengatakan kalau Pioli bakal dipecat dan digantikan oleh Ralf Rangnick. Namun pada akhirnya Rossoneri memilih bertahan dan memberikan kontrak baru kepada Pioli.

Keputusan manajemen Milan terbukti benar. Pada awal musim 2020/21, Rossoneri tampil ganas dan sempat menduduki posisi puncak dalam klasemen sementara Serie A. Sementara dua kandidat juara lainnya, Juventus dan Inter Milan, keluar-masuk empat besar.

Sayangnya, mereka kehabisan bensin ketika memasuki tahun 2021. Beberapa hasil buruk membuat takhta klasemen diambil alih oleh Inter yang kemudian melaju mulus hingga menjadi juara.

Walaupun menurun di pertengahan musim, Milan mampu mengakhiri kompetisi sebagai runner-up. Ini menjadi tanda yang baik buat Rossoneri, dan publik pun mulai menyebut mereka sebagai salah satu kandidat juara musim depan.

“Tahun lalu kami finis di peringkat kedua dan tidak ada yang berpikir bahwa kami bisa meraih hasil itu, karena unggulan juara adalah tim yang bisa menduduki empat besar di musim sebelumnya,” kata Calabria kepada Il Corriere dello Sport.

Calabria, yang kerap menjadi andalan di sisi kanan sektor pertahanan Rossoneri, merasa nyaman dengan label klub ‘kuda hitam’. Ia malah yakin Milan akan lebih baik dengan status tersebut ketimbang sebagai penantang gelar.

“Jika tidak ada yang mempercayai kami sekarang, itu lebih baik. Targetnnya adalah terus berkembang,” kata pria berusia 24 tahun itu lagi.

“Tim harus melanjutkan proses pertumbuhan dan tahun ini, sebuah langkah baru sedang menunggu karena kami bakalan bermain di Liga Champions dan akan menjalani pertandingan level top lainnya,” tutupnya.

Saat ini, Milan tengah mempersiapkan diri untuk menyambut musim baru dengan menjalani serangkaian laga uji coba. Tiga pertandingan telah dilewati dengan rekor dua kemenangan dan satu hasil imbang plus 12 gol berhasil diciptakan.