Serangkaian angka menarik menghiasi keberhasilan Inter Milan meraih titel juara Liga Italia mereka yang ke-19.

Inter Milan menyegel gelar scudetto ke-19 mereka pada Minggu (2/5/2021).

Kepastian juara Inter Milan muncul setelah sang pesaing terdekat, Atalanta, gagal menang atas Sassuolo.

Atalanta hanya berbagi skor 1-1 dengan Sassuolo, sementara sehari sebelumnya, Inter Milan sukses membenamkan Crotone dua gol tanpa balas di Stadion Ezio Scida.

Kombinasi hasil tersebut sudah cukup mengantar Inter Milan ke podium juara Liga Italia 2020-2021.

Kami mencoba merangkum pencapaian titel scudetto ke-19 Inter Milan ke dalam serangkaian angka-angka menarik.

4 Scudetto Antonio Conte

Pelatih Inter Milan, Antonio Conte, sukses meraih empat titel scudetto. Perinciannya, tiga ia bukukan saat masih membesut Juventus dan satu sisanya bersama Inter Milan musim ini.

Hanya ada empat nama ahli strategi yang punya koleksi scudetto lebih banyak dari Conte, yakni Giovanni Trapattoni (7 scudetto), Massimiliano Allegri (6), Marcello Lippi (5), dan Fabio Capello (5).

Selain itu, Conte juga menyamai rekor unik Trapattoni sebagai pelatih yang pernah menghadirkan gelar juara Liga Italia bagi Juventus dan Inter.

9 Pemain Berkontribusi Minimal 3 Gol

Kerja tim menjadi kunci sukses Inter Milan meraih gelar juara Liga Italia 2020-2021.

Hal tersebut dibuktikan dengan kemunculan sembilan nama pilar Inter yang setidaknya sudah mencapai batasan tiga gol. Rekor tertinggi di Serie A.

Mereka adalah Romelu Lukaku (21 gol), Lautaro Martinez (15), Achraf Hakimi (7), Alexis Sanchez (5), Milan Skriniar (3), Matteo Darmian (3), Ivan Persic (3), Danilo D’Ambrosio (3), dan Nicolo Barella (3).

11 Tahun Penantian

Inter Milan mengakhiri 11 tahun penantian mereka akan gelar scudetto. Sebelum musim ini, nikmat menjadi juara Liga Italia terakhir kali dirasakan pasukan La Beneamata, julukan Inter, pada 2009-2010.

Ini merupakan salah satu penantian scudetto terpanjang dalam sejarah Inter Milan.

Jarak lebih panjang antargelar scudetto Inter terjadi pada rentang 1939-1940 ke 1952-1953 (13 tahun) dan 1988-1989 ke 2005-2006 (17 tahun).

36 Gol LuLa

Perjalanan Inter Milan menuju gelar juara Liga Italia 2020-2021 banyak terbantu oleh performa impresif duo LuLa (Romelu Lukaku dan Lautaro Martinez).

Lukaku mengemas 21 gol sementara Lautaro 15 kali menjebol gawang musuh.

Untuk pertama kali sejak 1958-1959, Inter Milan punya pasangan yang masing-masing setidaknya bisa mencapai torehan 15 gol.

Pada 1958-1959, duet maut Inter adalah Eddie Firmani (20 gol) dan Antonio Angelillo (33 gol).

68 Persen Rasio Kemenangan

Berdasarkan statistik rasio kemenangan, Antonio Conte layak disebut sebagai pelatih terbaik Inter Milan.

Rasio kemenangan pelatih asal Lecce tersebut bersama Inter mencapai 68 persen.

Conte mengungguli sejumlah nama beken arsitek Inter Milan di masa lampau semodel Jose Mourinho (64 persen rasio kemenangan), Aldo Olivieri (63 persen), Giulio Cappelli (59 persen), dan Roberto Mancini (58 persen)

Sebagai informasi, penyusunan daftar tersebut hanya memuat nama pelatih yang minimal menukangi Inter Milan dalam 25 laga.

101 Hari di Puncak

Kendati mengantongi keunggulan jarak yang signifikan dengan para pesaing, tak banyak yang menyangka bahwa sebelum dipastikan juara, sejatinya Inter Milan hanya menduduki puncak klasemen Liga Italia musim ini selama 101 hari.

Salah satu pesaing Inter Milan di jalur juara Serie A 2020-2021, AC Milan bahkan lebih lama mengokupasi singgasana pucuk klasemen, tepatnya 118 hari.