Kapten Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang didenda dengan denda sebesar Rp1,4 miliar setelah unggahan di media sosialnya dianggap ‘merusak kehormatan dan citra’ sepak bola Afrika.

Aubameyang, melalui Instagram pribadinya, menyoroti kesulitan timnya setelah mereka tertahan di bandara di Gambia selama lebih dari lima jam menjelang kualifikasi Piala Afrika bulan lalu. Dilaporkan, itu disebabkan karena saat itu sedang ada tes COVID-19.

Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyoroti postingan tersebut, dengan mengatakan pemain berusia 31 tahun itu telah “mempublikasikan materi yang menyinggung dan merendahkan martabat”.

Striker Arsenal itu memposting foto pemain yang tidur di lantai bandara dan menulis: “Kerja bagus CAF, seolah-olah kami kembali ke tahun 1990-an.

“Ini tidak akan menurunkan motivasi kami, tetapi orang perlu tahu dan CAF perlu mengambil tanggung jawab. [Sekarang] 2020 dan kami ingin Afrika tumbuh tetapi ini bukanlah cara kami mencapainya,” kata Aubameyang lagi.

Unggahan Aubameyang direspons langsung oleh CAF. Menurut mereka, pemain Arsenal itu tidak mencerminkan sepak bola Afrika.

“Federasi sepak bola Gambia tidak mematuhi nilai-nilai loyalitas, integritas dan sportivitas serta aturan permainan yang adil mengenai penerimaan delegasi Gabon,” kata CAF dalam sebuah pernyataan.