Pada bursa transfer musim dingin tahun 2020, Bayern Munchen membuat sebuah pergerakan yang tidak diduga. Mereka berhasil mendatangkan salah satu berlian muda milik Real Madrid, Alvaro Odriozola.

Transfer ini cukup mengejutkan. Pasalnya Odriozola baru bergabung dengan Real Madrid di tahun 2018 dan memiliki kontrak berdurasi enam tahun hingga tahun 2024.

Namun satu setengah tahun bersama El Real, Odriozola memutuskan untuk mencari tantangan baru. Ia memilih bergabung dengan Bayern Munchen sebagai pemain pinjaman hingga akhir musim ini.

Langkah ini sebenarnya bisa dipahami sepenuhnya. Pemuda berusia 24 tahun itu ingin mengembalikan reputasinya sebagai salah satu bek sayap terbaik setelah bakatnya disia-siakan oleh Bayern Munchen.

Odriozola beranjak dari akademi muda Real Sociedad, dan pada usia 21 tahun melakukan debut La Liga-nya di pertengahan musim 2016/17.

Pemain kelahiran 14 Desember 1995 tersebut mempertahankan posisi reguler bersama starting eleven The Whites and Blues selama 18 bulan, menarik perhatian banyak orang dan klub top Eropa.

Ia juga menarik perhatian pelatih Spanyol Julen Lopetegui, yang memberikan debut seniornya bersama Tim Matador sebelum ulang tahunnya yang ke-22, dalam kemenangan kualifikasi Piala Dunia 3-0 atas Albania.

Diyakinkan dengan statistik mengesankan yang mencakup akurasi umpan luar biasa, lebih dari 90 persen, dan 128 umpan silang di musim 2017/18 -tertinggi kedua di La Liga saat itu- Real Madrid mengaktifkan klausa pelepasan dalam kontrak Real Sociedad-nya.

Itu adalah investasi besar terhadap pemain yang ditakdirkan untuk menyajikan kompetisi dan aura persaingan kepada mantan bek sayap Bayer Leverkusen, Dani Carvajal. Tahun terakhir Odriozola di kota asalnya, San Sebastian, juga cukup meyakinkan Lopetegui untuk mengikutsertakannya dalam daftar 23 pemain terakhirnya ke Piala Dunia, meskipun pada akhirnya ia tidak tampil di Rusia.

Dalam musim debutnya untuk Los Blancos, bek sayap dengan tinggi 176 sentimeter tersebut membuat 22 penampilan. Ia pernah mencetak satu gol di Copa del Rey -kompetisi di mana Odriozola menghasilkan lima dari sembilan assist dalam semusim- dan mendapat pengalaman Liga Champions UEFA pertamanya dalam tiga penampilan di babak grup.

Odriozola memiliki banyak kesamaan dengan sosok lain yang telah meninggalkan Real Madrid untuk menggali pengalaman di Bundesliga: Achraf Hakimi. Seperti bek sayap Borussia Dortmund tersebut, Odriozola adalah ancaman bagi pertahanan lawan, ia menerapkan overlapping dengan sangat baik dan mampu memberikan umpan silang mematikan dari zona serang.

Kewaspadaan dan antisipasi terhadap alur permainan adalah kualitas khusus miliknya terutama dalam situasi dengan tempo tinggi, dan dengan perawakannya yang ramping membantu keahlian dribbling-nya yang mengalir dari sisi dalam.