oleh

Big Match Barcelona vs Atletico Madrid Jadi Penentu Gelar Juara Laliga

Duel Barcelona vs Atletico Madrid pada 8 Mei 2021 mendatang diyakini jadi penentu Juara Liga Spanyol. Sedangkan Real Madrid vs Sevilla sehari setelahnya.

Persaingan tropi Liga Spanyol semakin ketat, setelah Barcelona mengalami kekalahan dari Granada di pekan ke 33 Liga Spannyol.

Atletico Madrid dan Real Madrid mendapatkan keuntungan usai Barcelona alami kekalahan dari Granada, 2-1 di pekan ke 33 Liga Champions.

Atas hasil itu, Atletico Madrid tetap di puncak Klasemen Liga Spanyol dengan 73 poin dari 33 laga.

Barcelona tetap mengkoleksi 71 poin dari 33 laga diposisi ketiga klasemen. Sama dengan Real Madrid diposisi dua dengan 71 poin.

Dikutip dari laman Marca, Jumat, (30/4/2021), Pasukan Diego Simeone bisa memiliki gelar LaLiga Santander di tangan mereka sendiri, dengan syarat harus mengambil tiga poin di setiap pertandingan

Empat besar tim di Klasemen Liga Spanyol hanya dipisahkan oleh tiga poin.

Barcelona tersandung dan gagal memimpin LaLiga.

Setelah Atletico Madrid gagal untuk membuat sebagian besar dari permainan mereka di tangan melawan Levante,  tidak begitu lama Barcelona tiba-tiba tergelincir saat melawan Granada.

Los Colchoneros tetap berada di puncak klasemen LaLiga Santander dengan masing-masing dari empat pesaing telah memainkan jumlah pertandingan yang sama.

Atletico Madrid berpeluang memiliki gelar sepenuhnya di tangan mereka dan bukan menunggu kesalahan tim lain.

Setelah kalah di Athletic Bilbao pada akhir pekan, tim asuhan Diego Simeone mendapat dorongan pada pertengahan pekan saat Barcelona tersandung dari Granada.

Meski begitu, tidak akan mengubah fakta bahwa mereka harus pergi ke Camp Nou pada 8 Mei dan wajib menang dari Barcelona bila ingin meraih gelar LaLiga.

Setiap poin di sisa laga akan sangat berarti bagi empat tim besar, Atletico, Real Madrid, Barcelona dan Sevilla dari sekarang hingga akhir musim.

Jika Los Rojiblancos memenangkan masing-masing dari lima pertandingan mereka, mereka akan dinobatkan sebagai juara.

Hasil imbang akan membuka pintu ke Real Madrid dan kekalahan dari Barcelona bisa menyerahkan tropi ke tim Catalan.

Real Madrid akan menjamu Sevilla sehari setelah perjalanan Atletico ke Camp Nou. Artinya setidaknya satu dari tim tersebut akan kehilangan poin pada akhir pekan itu.

Akibatnya, perebutan gelar diperebutkan lebih ketat daripada sebelumnya, dan empat tim tetap dipisahkan oleh hanya tiga poin.

Masing-masing dari empat calon gelar memiliki empat pertandingan untuk dimainkan, tetapi semua mata sudah tertuju pada akhir pekan 8 dan 9 Mei, ketika keempatnya akan saling berhadapan.

Barcelona menjamu Atletico Madrid pada Minggu, 9 Mei WIB. Pasukan Diego Simeone memiliki tim yang tangguh akhir-akhir ini dan keruntuhan mereka telah membuka kembali pintu bagi Barcelona, ​​Real Madrid dan Sevilla untuk mengejar gelar.

Real Madrid menyambut Sevilla di Valdebebas keesokan harinya, menyelesaikan akhir pekan yang bisa sangat menentukan tujuan gelar.

Los Blancos akan melakukan rotasi untuk pertandingan melawan Osasuna akhir pekan ini, dengan leg kedua semifinal Liga Champions akan datang pada pertengahan pekan.

Sang juara bertahan dua poin di belakang rival sekota dan pemimpin klasemen Atletico Madrid .

Tim asuhan Zinedine Zidane tahu bahwa bahkan hasil imbang dari Atlettico akan memungkinkan mereka mempertahankan gelar dengan memenangkan semua pertandingan mereka.

Sevilla juga berpeluang dari sebelumnya dan mereka hanya terpaut tiga poin dari posisi teratas. Demikian juga Barcelona masih berpeluang untuk perburuan tropi juara.

“Kami memiliki lima pertandingan tersisa dan semua orang mengalami kesulitan. Kami harus memenangkan kelima pertandingan untuk menjadi juara,” kata Ronald Koeman.

Pelatih Barcelona ini menegaskan kemunduran timnya tidak bisa berlarut larut.

Pelatih asal Belanda itu ingin mengalihkan fokusnya untuk kembali ke jalurnya.

“Kami telah memenangkan banyak pertandingan. Kami telah banyak bertengkar. Meski kalah hari ini, kami harus terus maju,” tegasnya.

Konsentrasi timnya di pertahanan tidak konsisten saat Barcelona dikalahlam Granada.

“Kami menciptakan peluang untuk mencetak gol, terutama saat skor 1-0, tetapi kami kehilangan konsentrasi.

Itu sebabnya kami kalah,” lanjutnya.

Barcelona harus menerima bahwa timnya alami kekalahan dan kecewa karena peluang besar mengkudeta posisi puncak klasemen LaLiga gagal.