Chelsea dan Leicester City akan menghadapi sanksi FA setelah pemain mereka rusuh dalam pertandingan Liga Inggris 2020-2021 pekan ke-37.

Duel Chelsea melawan Leicester City pada pekan ke-37 Liga Inggris 2020-2021 kemarin berujung rusuh.

Insiden tersebut terjadi di injury time pertandingan yang digelar di kandang Chelsea, Stamford Bridge, pada Selasa (18/5/2021) itu.

Keributan berawal dari pelanggaran yang dibuat oleh pemain Leicester City, Ricardo Pereira, kepada bek sayap Chelsea, Ben Chilwell.

Rekan setim Ben Chilwell, Antonio Ruediger, sepertinya tidak terima dengan perlakuan Ricardo Pereira itu dan langsung maju dan mendorong bek asal Portugal tersebut.

Ribut antara Ruediger dengan Pereira itu kemudian memicu para pemain kedua kubu yang ada di bangku cadangan ikut ke dalam kerusuhan.

Namun, keributan bisa diredam setelah kedua kiper dari tim yang berlaga dalam pertandingan itu, Kasper Schmeichel dan Edouard Mendy serta petugas pertandingan turun untuk melerai.

Akibat dari keributan itu, pemain dan staf dari kedua tim sekarang akan menghadapi sanksi yang dikeluarkan oleh badan sepak bola Inggris, Football Assosiation (FA).

Hal itu dapat dilihat dari pernyataan FA yang dirilis Kamis (20/5/2021) kemarin.

Dalam pernyataannya, FA mengungkapkan bahwa Chelsea dan Leicester diduga melanggar sebuah aturan, dan kedua klub kini diberi waktu hingga 25 Mei mendatang untuk memberikan tanggapannya.

“Chelsea FC dan Leicester City FC sama-sama didakwa melanggar Peraturan FA E20.1 setelah pertandingan Premier League mereka pada hari Selasa, 18 Mei 2021,” bunyi pernyataan FA seperti dikutip BolaSport.com dari Sky Sports.

“Kedua klub diduga gagal memastikan para pemain dan / atau ofisial klub bersikap tertib dan / atau menahan diri dari perilaku provokatif pada menit ke-93.”

“Chelsea FC dan Leicester City FC memiliki waktu hingga Selasa 25 Mei 2021 untuk memberikan tanggapan masing-masing,” akhir dari pernyataan itu.