Pengalaman kurang mengenakkan didapat oleh Tiemoue Bakayoko setelah ia diciduk oleh polisi di sebuah jalan di kota Milan.

Insiden yang menimpa pemain yang dipinjam AC Milan dari Chelsea ini sebenarnya sudah terjadi agak lama. Tepatnya pada awal bulan Juli 2022 ini.
Akan tetapi, videonya baru beredar pada pertengahan bulan Juli 2022 ini. Dengan cepat video itu pun menjadi viral.

Dalam video tersebut tampak beberapa mobil polisi berhenti di tengah jalan. Salah seorang polisi kemudian terlihat mengamankan seorang pria.

Pria tersebut ternyata adalah Tiemoue Bakayoko. Dalam video tersebut terlihat seorang polisi menggeledah tubuh pemain asal Prancis tersebut.

Sementara itu dua koleganya terlihat menodongkan senjata ke arah mobil. Kemudian seorang petugas polisi mendekat ke arah Bakayoko.

Ia kemudian mengatakan pada rekannya bahwa pria yang mereka tangkap adalah gelandang AC Milan. Sang rekan tampak terkejut menyadari bahwa mereka salah tangkap orang.

Simak video detik-detik Tiemoue Bakayoko dikira penjahat dan digeledah oleh polisi di tengah jalan itu berikut ini:

 

“Rekaman mengejutkan dari Bakayoko Milan di pusat kota Milan yang ditahan di bawah todongan senjata oleh polisi karena dikira orang lain.”

“Simak ketika salah satu polisi memberi tahu rekan yang menggeledahnya bahwa itu bukan tersangka tetapi pemain Milan, dan polisi itu berkata, “SIAPA?!?”

Insiden ini tentu saja memancing kontroversi. Tak sedikit yang kemudian menuding polisi bertindak rasis.

Markas besar Polisi Milan akhirnya merilis pernyataan terkait insiden itu. Mereka menegaskan insiden tersebut terjadi karena salah paham saja.

“Komentar-komentar ini tidak pada tempatnya. Pemeriksaan dipicu karena Bakayoko dan penumpang lainnya secara kebetulan cocok dengan deskripsi [orang yang dicari polisi], dan tentu saja berakhir ketika diketahui bahwa ia [petugas polisi] telah menghentikan orang yang tidak ada hubungannya dengan itu,” demikian pernyataan mabes polisi Milan, via ANSA.

Manajemen AC Milan sendiri sudah mengetahui adanya insiden tersebut. Mereka pun diklaim sudah mengambil tindakan dengan menghubungi kepolisian setempat untuk mendapat jawaban langsung terkait hal tersebut.