Berita Bola Online Terbaru – Pep Guardiola mengaku masih punya beban di pundaknya meski sudah membawa Manchester City meraih lima piala domestik. Menurutnya, ia masih berupaya mendorong ManCity agar bisa berjaya di Eropa.

Meski bertabur bintang, ManCity masih diserang kesialan saat berlaga di Liga Champions. Uang yang dikeluarkan Sheikh Mansour untuk membangun skuat mewah ManCity, belum bisa melahirkan trofi Liga Champions.

“Maka dari itu, saya akan dihakimi, jika dalam periode final karier saya di sini, tak kunjung memenangkan Liga Champions, saya sudah gagal total,” kata Guardiola dilansir Daily Mail.

Dalam tiga musim beruntun, di bawah arahan Guardiola, ManCity selalu tersingkir di fase gugur. Paling maksimal, pencapaian mereka adalah perempat final. Ironisnya, dua dari tiga klub yang menyingkirkan ManCity berasal dari Inggris pula, Liverpool dan Tottenham Hotspur.

Catatan yang buruk bagi Guardiola, mengingat rezimnya di Bayern Munich, juga tak kunjung menghasilkan trofi Liga Champions. “Satu-satunya cara meraih trofi adalah menjaga performa untuk selalu meraih kemenangan. Kami sedang mencoba, menjaga tren kemenangan itu di musim ini,” jelas Guardiola.

Guardiola cuma bisa meraih trofi Liga Champions sebanyak dua kali, itu pun selama menangani Barca.

Bicara Liga Champions, berarti berkaitan dengan mental dan pengalaman. Sebagai tim instan, ManCity belum memiliki dasar kuat atas dua elemen tersebut.

Perlu ada sebuah faktor pembeda, agar ManCity bisa menjadi jawara Eropa. Tetapi, tak semudah itu, karena umumnya para pesaing dari negara di luar Inggris, memiliki cara lain dalam mengatasi persaingan di Benua Biru.