DORTMUND – Erling Haaland bak fenomena musim ini. Dari 36 pertandingan di semua kompetisi bersama Red Bull Salzburg dan Borussia Dortmund, penyerang 19 tahun itu mengoleksi 41 gol!

Keandalannya dalam membobol gawang lawan membuat Haaland diburu sejumlah klub top Eropa seperti Manchester United dan Real Madrid. Meski diburu sejumlah klub top Eropa, penyerang bertinggi badan 194 sentimeter itu tidak muluk-muluk dalam memilih tim yang dibela.

Terbukti pada bursa transfer musim dingin 2020, Haaland memilih hengkang ke Dortmund meski di saat yang bersamaan juga diburu Man United. Pada Februari 2020, Haaland juga mengungkapkan hal yang mengagetkan banyak orang.

Pemilik tendangan kaki kiri mematikan itu mengaku memiliki mimpi, yakni membawa Leeds United juara Liga Inggris. Kenapa Leeds yang dipilih Haaland? Sekadar informasi, Haaland lahir di kota tersebut pada 21 Juli 2000. Ketika Haaland dilahirkan di kota tersebut, ayah Haaland yakni Alf-Inge Haaland sedang membela Leeds United yang kala itu masih masuk jajaran klub elite Liga Inggris.

Bagaimana dengan sekarang? Leeds saat ini hanya tampil di kasta kedua sepakbola Inggris, Divisi Championship. Hanya saja, Leeds berpotensi promosi ke Liga Inggris 2020-2021. Sebab, hingga pekan ke-37 atau ketika kompetisi menyisakan sembilan pekan, Leeds berada di puncak dengan koleksi 71 angka, unggul tujuh poin dari Fulham yang menempati posisi ketiga atau batas tim yang tampil di babak playoff promosi.

“Saya ingin menjadi yang terbaik sebaik mungkin. Mimpi saya adalah memenangkan trofi Liga Inggris bersama Leeds. Sebagai tambahan, saya ingin menjadi pemain yang lebih hebat ketimbang ayah saya,” kata Haaland mengutip dari surat kabar Norwegia, Aftenposten, Rabu (27/5/2020).