Sesuai tradisi perhelatan Piala Eropa selalu memiliki maskot khusus. Tak terkecuali pada Piala Eropa 2020, yang pelaksanaannya terpaksa mundur setahun akibat pandemi Covid-19.

Maskot untuk Piala Eropa 2020 telah diperkenalkan sejak dua tahun lalu, tepatnya pada 25 Maret 2019. Maskot tersebut diberi nama Skillzy.

Seperti apa karakter Skillzy? Di situs resmi UEFA dijelaskan Skillzy adalah karakter yang lebih besar dari kehidupan yang terinspirasi oleh gaya freestyle, jalanan, dan budaya panna.

Peluncuran maskot bernama Skillzy tersebut dilakukan di Amsterdam, Belanda, sebelum laga kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup C antara Belanda kontra Jerman.

Peluncuran Skillzy diiringi dengan atraksi sejumlah freestyler, dengan disaksikan lebih dari 55 ribu penonton yang memadati Johan Cruijff Arena.

Kemunculan Skillzy didampingi dua freestyler kelas dunia, Liv Cooke dan Tobias Becs. Freestyle dan gaya sepak bola jalanan menjadi salah satu inspirasi dari penciptaan Skillzy.

“Mampu membawa keindahan freestyling, sepak bola jalanan, dan panna kepada penggemar sepak bola di seluruh Eropa adalah kesempatan yang sangat istimewa,” kata Liv, mantan juara dunia freestyle asal Inggris.

“Apakah itu bermain di taman atau di panggung dunia, apakah itu sepak bola atau freestyling, ini tentang mengekspresikan diri Anda dengan bola di kaki Anda,” imbuh Liv soal maskot Piala Eropa 2020 tersebut.

Piala Eropa 2020 akan digelar pada 11 Juni hingga 11 Juli 2021. Sesuai rencana, turnamen akbar itu akan digelar di 12 kota yang tersebar di 12 negara.

Kota-kota yang terpilih sebagai tuan rumah adalah Amsterdam (Belanda), Baku (Azerbaijan, Bilbao (Spanyol), Bucharest (Rumania), Budapest (Hungaria), Kopenhagen (Denmark), Dublin (Irlandia), Glasgow (Skotlandia), London (Inggris), Munich (Jerman), Roma (Italia), dan Saint Petersburg (Rusia).

“Piala Eropa 2020 akan menjadi salah satu acara olahraga terbesar dalam sejarah, dan keterlibatan budaya freestyle hanya akan meningkatkan kemeriahan tontonan dan memastikan ada sesuatu yang disuguhkan untuk semua orang,” kata Tobias, mantan juara Eropa dari Norwegia.