Manchester City, Chelsea, dan Real Madrid, mungkin bisa ditendang dari Liga Champions musim 2020/21. Kabar mengejutkan ini disampaikan oleh petinggi federasi sepak bola Denmark, Jesper Moller.

Moller adalah bagian dari Executive Comitee (Exco) UEFA. Dia yakin bahwa klub-klub yang terlibat di European Super League harus dijatuhi sanksi berat.

Musim ini Liga Champions sudah mencapai babak semifinal. Tiga tim di antaranya termasuk anggota pendiri ESL, hanya PSG yang tidak.

Dengan demikian, PSG bisa jadi juara otomatis UCL musim ini jika UEFA memutuskan menendang tiga klub lainnya: Man City, Chelsea, dan Madrid.

Moller yakin betul UEFA akan memberikan sanksi terberat untuk klub-klub terlibat ESL. UEFA akan segera bertemu dalam rapat besar beberapa hari ke depan.

“Klub-klub itu akan ditendang, saya kira Jumat besok akan diputuskan. Lalu, Anda lihat saja bagaimana cara menuntaskan Liga Champions musim ini,” ujar Moller kepada DR Sport via Goal.

“Akan ada satu pertemuan besar para exco Jumat besok. Saya menduga ke-12 klub itu akan ditendang.”

Andai keputusan itu sampai diambil musim ini, artinya Liga Champions tidak akan pernah sama seperti sebelumnya. Tanpa klub-klub top, Liga Champions tidak akan semenarik biasanya.

Sebenarnya keputusan ini tidak akan menguntungkan siapa pun, sama-sama merugikan. UEFA juga akan rugi besar karena kompetisi yang tidak lagi menarik.

Lagi pula, UEFA tidak bisa serta-merta menendang klub begitu saja. Ada banyak kontrak yang saat ini aktif, mulai dari kontrak hak siar sampai lainnya.

Menendang klub-klub itu bakal jadi pelanggaran kontrak besar-besaran.