Masihkah Roma Kompetitif Setelah Ditinggal Pemain Bintangnya

7upcash – AS Roma kembali melepas beberapa pemain kunci pada musim panas ini serta mengambil beberapa
pemain. Pertanyaan untuk Giallorossi masih tetap sama: berapa kompetitif? Masihkah Roma Kompetitif Setelah Ditinggal Pemain Bintangnya

Masihkah Roma Kompetitif Setelah Ditinggal Pemain Bintangnya

Roma kehilangan Radja Nainggolan serta Alisson Becker pada musim panas ini. Nainggolan
dilepaskan ke Inter Milan sesaat Alisson ke Liverpool. Walau sebenarnya dua pemain ini
adalah figur kunci di perjalanan musim kemarin.

Nainggolan musim kemarin menjadi pilihan utama di dalam, dengan tampil 42 kali di semua
arena serta menyumbang enam gol serta 11 assist. Alisson juga sama, menjadi andalan dibawah
mistar gawang penjaga gawang asal Brasil itu bermain 49 kali dengan catatan 22 clean sheet
serta 47 kali kebobolan.

Masalah penjualan Nainggolan, Roma beritanya lihat kapasitasnya musim kemarin telah alami
penurunan serta usianya juga sekarang ini telah 30 tahun. Club juga memperhitungkan tawaran
Inter sebesar 24 juta euro plus Davide Santon serta Nicolo Zaniolo sangat bagus untuk
ditinggalkan.

Ditambah lagi Nainggolan semenjak dua musim paling akhir dimainkan menjadi gelandang
serang, yang bukan peranan terbaik. Roma inginkan figur yang semakin dapat mengatur
serangan serta membagi bola, sampai akhirnya menghadirkan Javier Pastore.

Sesaat untuk Alisson, Roma terang-terangan tidak dapat menampik proposal sebesar 62,5 juta
euro belumlah termasuk juga bonus-bonus dari Liverpool. Terkecuali dua pemain ini, beberapa
nama lainnya yang dilepaskan Roma musim panas ini dapat disebut tidak berarti.

Dari dana hasil penjualan plus pemasukan musim kemarin, Roma mengambil beberapa pemain.
Terhitung 12 pemain baru termasuk juga talenta-talenta muda dihadirkan.

Pastore, Ivan Marcano, Antonio Mirante, Davide Santon, Robin Olsen, Bryan Cristante, serta
Steven N’Zonzi akan memperluas pilihan Eusebio di Francesco. Sesaat Ante Coric, Justin
Kluivert, Zaniolo, William Bianda, serta Daniel Fuzato menjadi investasi hari esok.

Sorotan paling besar akan ke arah Pastore serta Olsen. Kedua-duanya kira-kira akan menjadi
alternatif langsung untuk Nainggolan serta Alisson. Pastore akan diinginkan jadi figur
pembuka waktu Roma buntu melawan tim-tim yang bertahan dalam serta solid. Sesaat Olsen
memikul harapan untuk lakukan penyelamatan-penyelamatan krusial seperti Alisson musim
kemarin.

Di Francesco kemungkinan akan mengangkat alur 4-3-3, dengan macam ke 4-2-3-1. Edin Dzeko
serta Patrick Schick akan berebutan tempat utama menjadi ujung tombak, walau Dzeko
diprediksikan akan menjadi pilihan pertama.

Untuk peranan dukungan di ke-2 sayap, Roma sekarang miliki Cengiz Under, Kluivert, Diego
Perotti, serta Stephan El Shaarawy. Sesaat Kluivert akan perlu waktu menyesuaikan, Under
berkesempatan besar menjadi andalan disamping kanan sesaat Perotti serta El Shaarawy akan
dirotasi dari pertandingan ke pertandingan.

Di dalam, Roma miliki pilihan melimpah. Daniele De Rossi, N’Zonzi, serta Maxime Gonalons
berebutan peranan jangkar. Kevin Strootman, Cristante, serta Lorenzo Pellegrini menjadi
pilihan untuk peranan box-to-box. Sedang Pastore diprediksikan menjadi pilihan utama untuk
playmaker, dengan Coric menjadi pelapis.

Duet Kostas Manolas-Federico Fazio tidak disangsikan lagi akan menjadi pilihan pertama,
dilapis Juan Jesus, Bianda, serta Marcano. Alessandro Florenzi serta Aleksandar Kolarov
mengawal bagian kanan serta kiri, dengan Rick Karsdorp serta Davide Santon menjadi pilihan
perputaran.

Selesai musim kemarin finish ke-3, Roma tentu saja membidik hasil lebih baik, sekurang-
kurangnya menjadi kompetitor utama Juventus dalam perburuan titel. Peluangnya lumayan baik
mengingat Napoli, yang finish ke-2 tahun lantas, tengah mengawali masa baru.

Di Liga Champions, kesuksesan menjejak semi final musim kemarin akan jadikan tolok ukur.
Sesudah bongkar-pasang scuad pada musim panas ini, serta menghadirkan beberapa pemain yang
baiknya di rasa lebih cocok untuk Di Francesco, ‘Serigala Ibukota’ akan ditantang untuk
minimum menyamakan catatan tahun kemarin.

Ujian pertama Roma yang miliki beberapa pemain baru merupakan menantang Torino di Olimpico
Grande Torino, Minggu (23/8/2018) malam WIB. Partai tandang ini akan menjadi peluang Roma
untuk memberikan tanda awal, berapa kompetitif mereka.