Penangkapan 2 Buronan Teroris di Bekasi, PREDIKSICASH – Tim Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan teroris di sekitar daerah Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu, 5 Mei 2019.

Kedua teroris berinisial S dan T yang sempat kabur akhirnya berhasil ditembak hari ini. Sebelumnya tim Densus 88 sempat menembak mati salah satu dari tiga komplotan dan keduanya berhasil kabur. Beruntung, keduanya dapat ditangkap keesokan harinya.

Berdasarkan informasi dari aparat yang bersangkutan, S ditangkap di Jalan Dr. Ratna, Jati Bening, Kelurahan Jati Kramat, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi pada pukul 07.42 WIB.

Sedangkan T ditangkap di Jalan The Cluster California, Kelurahan Jati Kramat, Kecamatan Jati Asih pukul 08.18 WIB.

Teroris berinisial T harus merasakan tembakan timah panas karena memberikan perlawanan dengan cara hendak melemparkan bom kepada tim Densus 88 pada saat penangkapan berlangsung.

Namun, sebelum bom tersebut sempat dilempar, bom tersebut meledak dan mengenai T sendiri.

Sementara S berhasil diamankan hidup-hidup dan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut.

“Hingga saat ini, seluruh anggota masih melakukan pengembangan di lapangan.” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, hari Minggu, 5 Mei 2019.

Penangkapan 2 Buronan Teroris di Bekasi

Dedi menerangkan selain S dan T, polisi juga melakukan penangkapan terduga teroris lainnya. Namun, identitas terduga teroris lainnya masih dirahasiakan oleh pihak yang berwajib.

“Terdapat 4 orang, termasuk S dan T serta 1 orang pelaku yang ditembak karena membahayakan keselamatan tim sehingga harus diambil tindakan tegas dan sang pelaku meninggal dunia.” kata Dedi.

Sebelumnya, tim Densus 88 juga menangkap terduga teroris atas nama SL dan AN di Bekasi. Kemudian polisi juga mengamankan seorang pria berinisial MC di Tegal, Jawa Tengah terkait hal yang sama.

“Jadi, totalnya sudah ada 7 orang terduga teroris yang ditangkap hingga saat ini.” tambah Dedi.

“Mereka akan melakukan amaliah dengan sasaran anggota Polri saat Pemilu. Saat ini, kasus tersebut dalam pengembangan oleh tim gabungan.” ujarnya.