Manchester City termasuk salah satu klub yang mungkin dirugikan karena kisruh federasi sepak bola Brasil yang melibatkan FIFA dan Premier League. Saat ini situasinya masih belum jelas.

Sebelum jeda internasional kemarin, Premier League tidak memberikan izin kepada pemain untuk membela timnas jika mereka harus menempuh perjalanan ke negara-negara yang masuk dalam red list pemerintah Inggris.

Jika aturan tersebut dilanggar, si pemain harus menjalani karantina selama 10 hari ketika kembali nanti. Tentu ini bakal merugikan bagi klub.

Nah Brasil termasuk salah satu negara dalam red list tersebut. Karena itulah kemarin Man City tidak melepas Ederson dan Gabriel Jesus.

Sebenarnya bukan hanya pemain Brasil yang dilarang, ada beberapa kasus lain, seperti Mohamed Salah yang tidak bisa membela timnas. Masalahnya, federasi sepak bola Brasil telah melayangkan protes ke FIFA.

Menurut aturan FIFA, klub akan dijatuhi sanksi jika tidak mau melepas pemain mereka untuk timnas. Artinya, Man City dan klub-klub lain yang memiliki pemain Brasil bisa dirugikan.

Hukumannya cukup berat, yakni larangan bertanding selama lima hari. Artinya, si pemain mungkin melewatkan satu atau dua pertandingan.

Jika protes Brasil disetujui FIFA, Man City tidak akan bisa memainkan Ederson dan Jesus akhir pekan ini. Situasi ini jelas merugikan, tapi Pep Guardiola sendiri mengaku masih belum yakin.

“Kami akan menunggu sampai besok. Saat ini, menurut saya mereka akan bermain sebab saya tidak menerima instruksi lainnya,” ujar Pep.

“Saya tidak mengerti bagaimana situasi klub lainnya. Saya tidak suka situasi seperti ini, setiap klub akan memikirkan dirinya sendiri.”

Masalahnya, protes Brasil ini terkesan sia-sia. Andai Man City dan klub lain melepas pemain mereka, seharusnya para pemain itu tidak bisa bermain di jeda internasional kemarin karena harus menjalani karantina. Kasus ini terjadi pada para pemain Argentina asal Premier League.

“Masalahnya, saya tidak memahami situasi ini karena saya tidak tahu apa yang harus kami lakukan,” tutup Guardiola.