Pemandangan berbeda terlihat saat Persebaya melakoni latihan di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Selasa sore (8/10/2019). Ada pemain yang menggunakan penutup mata. Dia adalah gelandang bertahan Muhammad Hidayat.

Hidayat bukannya sedang sakit mata sehingga harus mengenakan penutup. Cara itu hanyalah metode anyar yang coba diterapkan oleh pelatih Persebaya, Wolfgang Pikal.

Mulanya, Pikal meminta kepada Hidayat untuk mengenakan penutup mata di sebelah kiri itu. Dia mencobanya sambil memandangi sekitar lapangan. Keduanya berdiskusi membicarakan alat yang dipakai tersebut.

Sekilas, Hidayat terlihat seperti seorang perompak mengingat penutup mata seperti itu lekat dengan aksesoris bajak laut. Tetapi, tujuan penggunaannya tentu bukan untuk terlihat lebih modis menyerupai perompak.

“Ini sebetulnya metode yang aneh. Tapi, berguna untuk gelandang dalam latihan. Kalau satu matanya tertutup, dia harus berusaha menoleh dan melihat kondisi lapangan dengan mata yang terbuka,” jelas Pikal.

“Dengan begitu, Hidayat terlatih untuk memutar badannya saat mengawasi pergerakan lawan. Ini bagus untuk penglihatan agar lebih luas dalam mengamati pergerakan lawan dan bola selama pertandingan,” imbuh pelatih asal Austria itu.

Tidak salah metode ini disebut ala perompak. Sebagaimana perompak yang merampas harta berharga kapal lain, Hidayat juga harus pintar mengambil bola dari lawan dalam perannya sebagai gelandang bertahan.

Pemain berusia 23 tahun itu selama ini dikenal sebagai gelandang cerdas yang unggul dalam perebutan bola. Perlu cara yang tepat bagi Hidayat untuk mampu merebut bola, melakukan intersep, hingga sapuan, sebagai orang pertama menghentikan serangan lawan.

Hidayat mengaku sangat terbantu dengan metode baru yang dikenalkan oleh Pikal tersebut. Namun, dia belum mencobanya dalam situasi latihan dalam game, jadi belum bisa banyak berbicara soal kegunaan alat itu.

“Coach Pikal bilang gelandang harus sering melihat sekitar. Itu tadi supaya terbiasa meluaskan pandangan. Ini baru pertama kali saya pakai, memang lumayan aneh, tapi terbantu karena melatih meluaskan pandangan,” ucap pemain bernomor punggung 96 di Persebaya itu.