Untuk kali pertama setelah kalah di lima final beruntun kontra Bilbao, Madrid akhirnya keluar sebagai pemenang di ajang Piala Super.

Real Madrid berhasil mengklaim trofi Piala Super Spanyol setelah mengandaskan perlawanan Athletic Bilbao di final dengan skor 2-0, Senin (17/1) dini hari WIB tadi.

Madrid menatap laga ini dengan penuh percaya diri seusai mengeliminasi musuh bebuyutan Barcelona di semi-final lewat perpanjangan waktu, dan mereka sukses memenangkan 11 gelar dari 12 final terakhirnya di semua kompetisi termasuk dua final Piala Super; melawan Barca pada 2017 dalam dua leg dan melawan Atletico Madrid lewat adu penalti pada 2020.

Sementara itu, Bilbao memainkan final Piala Super kelimanya, menjadi kali pertama di mana mereka lolos ke final untuk dua edisi beruntun dan punya peluang mempertahankan gelarnya sejak 1983 dan 1984 silam.

Bermain di King Fahd International Stadium, Riyahd, Arab Saudi, Madrid arahan Carlo Ancelotti membuka keunggulan di menit ke-38 melalui gelandang Luka Modric. Berdiri bebas tanpa pengawalan setelah menerima umpan Rodrygo, bintang veteran Kroasia itu lantas melepaskan sepakan ke pojok kanan tanpa bisa dicegah kiper Unai Simon.

Opta mencatat Rodrygo berperan penting di tiga penampilan terakhirnya di semua kompetisi untuk Madrid dengan menyumbang tiga assist, sama banyaknya seperti yang ia lakukan di 21 penampilan sebelumnya.

Di sisi lain, Mordric resmi menjadi pencetak gol tertua di ajang Piala Super (36 tahun dan 129 hari), setidaknya sejak 2010. Selain itu, lesakannya ke gawang Bilbao menjadi gol keduanya di kompetisi ini seusai menjebol gawang Valencia di semi-final pada 2020.

Di babak kedua tepatnya menit ke-52, Madrid memperbesar keunggulannya dari titik putih setelah Yeray melanggar Karim Benzema di dalam kotak terlarang. Dan tanpa kesulitan berarti, penyerang asal Prancis itu menggetarkan gawang lawannya untuk kali ke-18 sepanjang karier.

Benzema menjadi pemain kedua yang mampu mencetak gol di empat penampilan beruntun di ajang Piala Super sejak 2010 (empat gol), hanya kalah dari Lionel Messi yang sempat menjaringkan delapan gol dalam lima penampilan beruntunnya.

Jelang bubaran Madrid harus bermain dengan sepuluh pemain menyusul pengusiran yang menimpa Eder Militao. Bek internasional Brasil itu disuir dari lapangan karena melakukan handball yang berbuah penalti, namun sepakan 12 pas yang kemudian diambil Raul Garcia berhasil ditepis Thibaut Courtois dengan kaki.

Courtois untuk kali pertama sukses mementahkan dua penalti di dua penampilan beruntunnya untuk Madrid di semua kompetisi, sama banyaknya seperti yang ia lakukan di 19 penalti sebelumnya (tidak termasuk babak tos-tosan).

Adapun Los Blancos mengakhiri kutukan final melawan Bilbao untuk kali pertama setelah kalah di lima partai puncak Copa del Rey (1916, 1933, 1939, 1943 dan 1958), dan kini mengalahkan rivalnya itu di ajang Piala Super.

Bagi Ancelotti, ia kini memenangkan lima gelar sebagai pelatih Madrid dan yang pertama untuk Piala Super, menjadi pelatih Italia pertama yang mengangkat trofi ini dalam sejarahnya.