Malang – Arema kembali menerima sanksi dari Komisi Disiplin PSSI. Hukuman yang dijatuhkan itu untuk pertandingan melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang (15/8/2019).

Adanya pelemparan dan smoke bomb membuat Arema dijatuhi sanksi denda Rp150 juta. Ini jadi pelanggaran sama, yang terulang lagi.

Di laga kandang melawan Persib Bandung (30/7/2019), Arema sudah dijatuhi sanksi karena flare sebesar Rp75 juta.

Hanya, untuk sanksi dalam pertandingan melawan Persebaya, ketua panpel Arema, Abdul Haris, melihat ada kejanggalan.

Yang pertama, pihaknya dan match commissioner tidak melihat adanya smoke bomb di tribune. Yang kedua, dalam surat keputusan sanksi itu, tertulis pertandingan tersebut digelar di Stadion Gajayana, Malang.

Kesalahan lokasi itu dianggap memperlihatkan Komdis PSSI membuat keputusan dengan buru-buru.

“Biasanya sebelum sanksi turun, kami juga dimintai klarifikasi. Tapi, untuk sanksi ini, tidak. Karena itu kami kaget dengan adanya sanksi saat pertandingan melawan Persebaya. Padahal, pengamanan yang dilakukan sudah maksimal. 2.000 personel dikerahkan. 80 persen petugas dikonsentrasikan dalam stadion. Pandangan kami tidak ada insiden di dalamnya,” jelas Haris.

Setelah ditelusuri, sanksi tersebut berasal dari utusan operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru, yang hadir di stadion. Ada klaim dari utusan tersebut, jika ada smoke bomb di tribune beberapa saat setelah laga Arema vs Persebaya berakhir.

“Namun, bagi kami, itu tidak sesuai fakta di lapangan. Bisa saja itu asap vapor, atau asal dari luar stadion. Kami tidak melihat adanya asap tersebut. Artinya, jika ada asap, itu skala kecil,” lanjutnya.

Itulah mengapa panpel Arema berharap sebelum Komdis PSSI menjatuhkan sanksi, diharapkan ada permohonan klarifikasi seperti sebelumnya sehingga laporan yang didapatkan Komdis bisa lebih objektif karena dari dua sisi.

Arema sekarang akan berkomunikasi dengan Komdis perihal sanksi ini, terutama dalam memberikan penjelasan fakta yang terjadi di lapangan.

“Dalam rekaman pertandingan yang disiarkan secara langsung juga tidak terdapat asap hingga laga

berakhir,” imbuh Haris.