Lionel Messi tak kunjung mendapatkan medali juara dari pentas internasional. Namun kapten Barcelona itu percaya kalau kutukannya akan terputus di tahun 2021 mendatang.

Sebagai seorang pemain, Messi sudah mengangkat hampir semua piala yang bisa diraih di level klub mulai dari La Liga hingga Liga Champions. Lebih dari 30 gelar ia persembahkan untuk Blaugrana.

Belum lagi dengan enam trofi Ballon d’Or yang bertengger di lemari pialanya. Pencapaian ini tidak bisa disamai atau bahkan dilewati oleh pemain lain. Sudah jelas, Messi memang pantas disebut sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa.

Namun ada satu hal noda dalam karirnya, yang membuatnya selalu kalah jika dibandingkan dengan Cristiano Ronaldo. Ya, Messi belum pernah sekalipun mempersembahkan gelar bagi Timnas Argentina di level internasional.

Ini seperti sebuah kutukan. Messi selalu tersandung tiap kali dia berada di dekat trofi internasional pertamanya. Seolah-olah kalau semesta tidak mengizinkannya meraih apapun bersama Timnas Argentina.

Namun Messi percaya kalau tahun 2021 bisa menjadi momen terbaik dalam karirnya. Goal International melaporkan kalau Messi sudah tidak sabar ingin segera berkiprah di ajang Copa America 2021 dan menjuarainya.

Ada beberapa alasan mengapa Messi bisa seyakin itu, seperti yang dituliskan oleh Goal International. Salah satunya adalah kehadiran Lionel Scaloni di kursi kepelatihan yang dirasanya bisa membantu Argentina menjuarai Copa America 2021.

Scaloni terbilang cukup berani dengan meninggalkan nama-nama penting seperti Gonzalo Higuain dan Ever Banega. Untuk menggantikan keduanya, ia memercayakan slot kosong pada pemain muda.

Keyakinan Messi juga bertumbuh melihat bagaimana pemain muda Argentina mencuri perhatian di dunia sepakbola saat ini. Pemain seperti Lautaro Martinez, Leandro Paredes hingga Rodrigo de Paul diyakini bisa membantunya meraih ambisi.

Messi sendiri belum berniat pensiun dari Timnas Argentina, dan berencana melanjutkan karirnya hingga Piala Dunia 2022 di Qatar. Messi percaya kalau kutukannya akan usai sebelum kompetisi paling bergengsi di dunia itu digelar kembali.