Juventus telah mendominasi Serie A dengan sembilan gelar scudetto beruntun. Pada musim 2020/2021, dominasi Juventus bisa saja runtuh dengan Inter Milan sebagai penantang terkuatnya.

Meski Juventus sukses merebut gelar Serie A kesembilan mereka, bisa dibilang performa Cristiano Ronaldo musim lalu tak menyakinkan. Maurizio Sarri membuat Juventus bak roller coaster sepanjang musim.

Juventus gagal angkat trofi di Coppa Italia, Super Coppa Italia, dan puncaknya Liga Champions. Serie A jadi satu-satunya gelar Si Nyonya Tua.

Jangan heran Sarri dipecat. Ia dikembalikan Andrea Pirlo, legenda klub yang baru meretas karier sebagai pelatih.

Musim ini bakal jadi musim yang sulit bagi Juventus. Pelan namun pasti Antonio Conte telah membangun skuat Inter Milan yang kompetitif di persaingan juara.

Inter Milan bakal menjadi mimpi buruk bagi Juventus untuk meraih Scudetto ke-10 secara beruntun.

Antonio Conte adalah legenda Juventus. Dia memenangkan gelar Serie A bersama Si Nyonya Tua beberapa kali baik sebagai pemain dan pelatih. Karena itu, ketika dia menerima tawaran itu di Inter Milan, salah satu rival sengit Juventus, cemoohan bermunculan dari Allianz Arena dengan pernyataan ia menghianati Bianconeri bahwa dia telah menodai warisannya di Turin.

Conte tahu risiko yang dia ambil dengan bergabung dengan Nerazzurri. Dia juga bertekad untuk membuktikan kepada dunia bahwa dia tidak melakukan kesalahan. Target utamanya sebagai pelatih Inter adalah mematahkan hegemoni Juventus di Serie A dan dia hampir melakukannya musim lalu.

Saat gagal, Conte sangat putus asa hingga hampir meninggalkan klub. Sekarang dia telah berkomitmen untuk Inter Milan untuk satu musim lagi setelah mendapatkan dukungan dari dewan, pelatih pelanggan juara satu ini akan melakukan yang terbaik untuk merebut liga dari raksasa Turin.

Dia telah memenangkan gelar liga di setiap klub yang dia latih dari Bari hingga Chelsea. Kemungkinannya kini Conte akan mengulanginya lagi.