Paris Saint Germain (PSG) mengantongi keuntungan besar jelang pertemuan kedua dengan Barcelona pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2020/21. Namun tidak ada gading yang tak retak. Skuat Les Parisiens juga mengalami masalah internal yang berpotensi mengegerogoti mereka.

PSG tampil mengejutkan saat bertandang ke markas Barcelona, Camp Nou, pekan lalu. Pasukan Mauricio Pochettino yang tidak diperkuat Neymar berhasil menang 4-1 atas tim Catalunya tersebut.

Kylian Mbappe menjadi bintang lapangan dalam duel ini lewat trigol yang dicetaknya.

Dengan hasil ini, PSG seharusnya bisa lebih tenang saat menjamu Barcelona pekan depan. Hanya saja, kondisi ruang ganti Les Parisiens justru memanas oleh pemberontakan pemain Belanda, Mitchel Bakker.

Mantan pemain Ajax Amsterdam itu mulai menunjukkan sikap menentang keputusan Pochettino. Seperti dilansir dari Marca, Bakker kesal karena tidak mendapat menit bermain di bawah mantan pelatih Tottenham Hotspur itu. Padahal di era Thomas Tuscel, dia merupakan langganan starter.

Pochettino lebih sering menempatkan Layvin Kurzawa di posisi bek kiri ketimbang Bakker. Bahkan saat PSG menang 4-0 atas Dijon, Bakker sama sekali tidak dilirik. Pochettino lebih memilih menurunkan Abdou Diallo untuk menggantikan posisi Kurzawa yang sengaja diistirahatkan.

L’Equipe melaporkan kalau Bakker ternyata tidak terima dengan keputusan ini. Dia kesal dijadikan sebagai pilihan ketiga Pochettino. Apalagi, dia merasa dalam kondisi fit dan siap untuk bertanding.

Puncak kekesalan Bakker terlihat saat dia dan beberapa pemain yang tidak tampil pada laga akhir pekan lalu menjalani latihan tambahan sehari setelahnya. Dai kemudian meninggalkan lapangan menuju ruang ganti dan sempat menendang papan iklan yang berada di lapangan latihan mereka.

“Mitch kembali, kembali,” ujar saksi mata menirukan teriakan pada saat kejadian itu. Bakker bergeming dan tetap melangkah menuju kamar ganti meninggalkan rekan-rekannya.

Tidak lama kemudian, dia kembali dan meminta maaf kepada staf Pochettino. Meskipun PSG tidak senang dengan perilaku ini, insiden ini tidak berbuntut panjang usai permintaan maaf tersebut.