Pada bursa transfer musim dingin kemarin, Hertha Berlin membuat sebuah kejutan besar. Mereka berhasil mengamankan jasa Kryzsztof Piatek dari AC Milan.

Kedatangan ‘El Pistolero’ ke tanah Bavaria ini disambut gembira oleh para fans Hertha Berlin. Maklum, sang striker tercatat mengemas 26 gol dari total 55 penampilan di Serie A, hanya dalam kurun waktu satu setengah tahun.

Ketajaman Piatek ini membuatnya disandingkan dengan bomber milik Bayern Munchen, Robert Lewandowski. Maklum, kedua striker ini sama-sama berasal dari Polandia, dan Piatek juga kerap disebut-sebut sebagai the next Lewandowski.

Pemain 24 tahun itu mengaku tersanjung dibandingkan dengan Lewandowski. Namun ia menyebut bahwa ia adalah pemain yang berbeda dan ia ingn menulis kisahnya sendiri di Jerman.

“Ketika para jurnalis membandingkanku dengan pemain hebat seperti Lewandowski, hal itu membuatku merasa sangat senang, namun aku adalah Piatek. Aku ingin bermain dengan caraku sendiri dan mengeluarkan kemampuan terbaik yang ada dalam diriku,” tegas pemain berusia 24 tahun tersebut.

Bundesliga sendiri tercatat merupakan kompetisi yang ramah untuk para bintang asal Polandia. Tercatat ada 91 pemain yang berkarir di kasta tertinggi Jerman itu sejak liga ini digulirkan 57 tahun lalu.

201 Penampilan dan 14 Gol, Tomasz Hajto menghabiskan sebagian besar kariernya di Jerman bermain di Bundesliga sebagai pemain bertahan. Karirnya bermula di Duisburg (1997-2000) dan berakhir

di Nuernberg (2004-05).Salah satu catatan terbesar dalam karirnya adalah berkarir di Gelsenkirchen, tepatnya bermain untuk FC Schalke 04 (2000-04).

Hajto memenangkan DFB Pokal dua kali dengan Die Koenigsblauen dan merupakan anggota dari tim yang sempat pada satu zaman dikenal sebagai Meister der Herzen, yang -selama sekitar sepuluh menit- hampir menjadi juara Bundesliga hanya untuk hanya kemudian dibangunkan dari mimpi mereka oleh Die Bayern.

309 penampilan, 19 gol dan 49 assist selama 13 tahun malang-melintang di Bundesliga, Piszczek sudah sah menyandang status legenda bagi publik Signal Iduna Park.

Di musim kesepuluhnya bersama Borussia Dortmund dan di usianya yang ke-34, ia masih memegang peran penting dalam skuad asuhan Lucien Favre dengan 17 laga Bundesliga yang telah ia mainkan di musim ini. Di awal karier seniornya, ia sempat membela Hertha BSC selama 6 tahun sebelum akhirnya

berlabuh ke Dortmund.

Tampil sebanyak 249 kali dengan torehan 18 gol — Bernama depan dan berposisi sama dengan Hajto, periode paling berkesan Tomaz Waldoch di Jerman datang ketika bermain bersama Schalke (1999-06).

Sama seperti Hajto, Waldoch memenangkan dua gelar DFB Pokal bersama The Royal Blues dan merupakan kapten Meister der Herzen yang telah dijelaskan sebelumnya. Pada tahun 2006, ia pensiun dari sepak bola profesional tetapi senantiasa berperan aktif di keluarga besar Schalke sebagai pelatih di tingkat remaja.

Ia saat ini menjadi asisten pelatih untuk Schalke II yang bermain di Oberliga Westphalia. Bersama Polandia, Wałdoch bermain sebanyak 81 kali dan mencetak dua gol, turut serta pula menjadi kapten di sejumlah kesempatan dalam kariernya.

Dua klub Bundesliga yang pernah dibela Kuba, VfL Wolfsburg dan Dortmund, pasti setuju bahwa sektor sayap kanan jadi lebih menghibur kala ia beraksi. 28 gol dan 46 assist dalam 235 penampilan bersama dua klub tersebut dalam kurun waktu 12 tahun sudah cukup menahbiskan status Kuba sebagai legenda.

Dua gelar juara liga beruntun yang ia raih bersama Piszczek di Dortmund juga jadi bukti bahwa ia pantas masuk daftar pemain Polandia yang pernah menorehkan senyum di wajah para fans di Bundesliga.

Menurut Bolaneters, selain nama-nama di atas, siapa pemain asal Polandia yang layak masuk ke jajaran pemain terbaik di Bundesliga? Share di kolom komentar!