Pelatih Manchester City Tak Siapkan Strategi Khusus Hadapi Liverpool

7upcash – Pelatih Josep Guardiola bersikukuh tidak akan mengubah taktik Manchester City jelang laga kontra Liverpool di babak perempat-final leg kedua Liga Champions. Pelatih Manchester City Tak Siapkan Strategi Khusus Hadapi Liverpool

Pelatih Manchester City Tak Siapkan Strategi Khusus Hadapi Liverpool

Kedua wakil Inggris ini akan berduel untuk memperebutkan satu tiket ke babak semi-final pada Kamis (5/4) dini hari WIB esok di Anfield, dilanjutkan dengan laga leg kedua di Etihad pada Rabu (11/04) dini hari WIB pekan depan.

Pertemuan ini menjadi pusat perhatian publik sebab Liverpool mampu menorehkan kekalahan pertama dan satu-satunya bagi Manchester City di ajang liga domestik musim ini. Itu terjadi Januari lalu ketika The Reds menang 4-3 atas The Citizens di Anfield.

Akan tetapi Pep Guardiola menolak untuk mengubah strategi walau ia tidak pernah bisa menang melawan Jurgen Klopp dalam lima kesempatan, baik di Liga Inggris atau Liga Jerman.

“Jika saya berkata kepada para pemain bahwa kami akan melakukan sesuatu yang berbeda, mengubah cara kami biasa bermain, maka mereka akan melihat saya dan berpikir ‘Orang ini menakutkan’. Mereka pasti berbicara ‘Manajer tidak mempercayai dirinya sendiri’,” tutur Pep Guardiola pada konferensi pers.

“Tentu saja saya mempertimbangkan nilai dari Liverpool, saya khawatir dengan apa yang bakal mereka lakukan. Saya tidak cukup arogan untuk tidak berpikir apa yang akan mereka lakukan.”

“Namun kami tidak akan bertahan selama 90 menit dan hanya menerapkan satu serangan balik. Kenapa harus mengubah (taktik) jika selama ini berjalan baik?”

“Saya sadar cara bermain kami cocok bagi Liverpool. Mereka menyerang ruang seakan tidak ada tim lainnya di dunia yang melakukan demikian. Kami akan mencoba melakukan sesuatu tapi saya pikir cara terbaik untuk meraih kemenangan adalah dengan melakukan apa yang telah kami lakuan selama ini bersama-sama.”

Di musim lalu Manchester City harus tersingkir oleh AS Monaco karena kalah gol tandang walau kedua kesebelasan sama-sama mencetak enam gol.

Josep Guardiola merasa anak asuhnya yang rata-rata berusia muda telah memetik hikmah dari pertemuan yang menyulitkan musim lalu.

“Apa yang tidak bisa kami lakukan di babak sistem gugur adalah untuk tetap tenang di momen-momen buruk pada musim lalu. Anda melihat Real Madrid dan Barcelona, (ketika) lawannya menyerang dan [mereka] seakan-akan berkata ‘Saya akan meminum kopi (bersantai) sebab saya tahu peluang saya akan datang’.”

“Striker-striker kami berusia 20 dan 21 tahun. Pertama kalinya dan keduanya kalinya berlaga di kompetisi Liga Champions. Jadi mungkin kami membutuhkan waktu lebih.”