Peraih Ballon d’Or 2007 Mengaku Mourinho Adalah Pelatih Yang Sulit

7upcash – Walaupun saat membela Real Madrid, Ricardo Kaka dapat menghadirkan titel juara Liga Spanyol serta Copa del Rey, tetapi tidak dapat dimungkiri masa-masa pemain Brasil itu di Los Blancos adalah awal dari penurunan kariernya. Saat ini, setelah dirinya pensiun jadi seorang pesepakbola, Kaka pun memaparkan bila dia pernah mempunyai jalinan yang rumit dengan pelatih Madrid saat itu, Jose Mourinho. Peraih Ballon d’Or 2007 Mengaku Mourinho Adalah Pelatih Yang Sulit

Peraih Ballon d’Or 2007 Mengaku Mourinho Adalah Pelatih Yang Sulit

Kaka adalah bagian dari skuad Los Galacticos Madrid jilid dua. Pria yang saat ini berumur 35 tahun itu didatangkan Madrid pada bursa transfer musim panas 2009, berbarengan dengan Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, serta Xabi Alonso. Saat itu sesungguhnya Madrid dilatih oleh Manuel Pellegrini. Tetapi, pada 2010 Mourinho datang menggantikan jabatan karena Pellegrini tidak dapat mengantarkan Madrid jadi juara.

Dengan Mourinho, Madrid juga tampil jadi tim yang disegani, ditambah lagi dengan bermaterikan beberapa pemain berkelas dunia. Tetapi nahas untuk Kaka, karna kenyataannya alur permainan yang diaplikasikan Mourinho di Madrid saat itu tidak membuatnya tampil maksimal.

Perlahan tapi pasti, pria yang menggondol trofi Ballon d’Or 2007 itu juga tersingkirkan dari skuad utama Madrid. Kaka mengaku dirinya memang dapat bermain cukup baik di Madrid saat itu, namun ia masih kurang senang karna tidak dapat menunjukkan permainan terbaiknya seperti saat membela AC Milan.

Saat ini, Kaka menerangkan kalau waktu itu ia mempunyai hubungan yang rumit dengan Mourinho. Kaka menjelaskan bila dirinya mempunyai rasa hormat pada Mourinho, tetapi tidak temukan kecocokan dengan skema yang diaplikasikan The Special One.

“Pada 2009 saya terima proposal dari Real Madrid, tetapi saya seutuhnya hancur disana karna saya tidak dapat memberi apa yang saya beri di Milan. Saya seutuhnya tersesat. Jose Mourinho adalah pelatih yang sulit untuk saya serta kami mempunyai rasa hormat, namun hubungan yang rumit, ” ungkap Kaka, menukil dari Four Four Two, Kamis (19/4/2018).

“Ketika saya berfikir dia akan berikan saya kesempatan, saya tidak dapat menunjukkan padanya bila saya ada dalam keadaan yang bagus. Saya banyak berlatih, bertanding, serta berdoa, tetapi karna tidak memperoleh kepercayaan pelatih, jadi saya mengerti bila saya tidak dapat bekerja dengannya, ” lanjut pria yang membawa Milan juara Liga Champions itu.

“Kegembiraan yang saya peroleh yaitu saat terima pesan waktu dia meninggalkan Madrid serta menyebutkan bila saya adalah satu diantara pemain paling profesional yang sempat bekerja dengannya, ” pungkas Kaka.