Nampaknya, Juventus akan kedatangan dua penyerang dari kompetisi La Liga di musim panas ini. Selain Luis Suarez, klub asuhan Andrea Pirlo tersebut juga berpeluang mendaratkan Alvaro Morata dari Atletico Madrid.

Seperti yang diketahui, Juventus belakangan ini kerap dikaitkan dengan Luis Suarez. Kehadiran penyerang asal Uruguay itu memang sudah tidak diharapkan lagi oleh nahkoda anyar Barcelona, Ronald Koeman.

Berdasarkan kabar yang beredar, Suarez sedang berbincang dengan pihak manajemen Barcelona agar bisa pergi dengan status bebas transfer. Namun sebenarnya, ia bisa ditebus seharga 1,5 juta euro saja.

Dan sepertinya Suarez bukan satu-satunya penyerang dari La Liga yang bisa didapatkan Juventus pada musim panas ini. Alvaro Morata pun dikabarkan akan mengikuti langkahnya untuk kembali ke pelukan Juventus.

Cuatro.com melaporkan kalau Morata telah meminta kepada manajemen klub untuk bergabung dengan Juventus. Pemicu keinginan ini adalah minimnya jatah bermain yang didapatkan pada musim 2019/20 kemarin.

Itu bukan satu-satunya pemicu. Lebih lanjut, Morata juga dikabarkan ingin kembali ke Italia karena alasan personal, yakni berhubungan dengan sang istri yang berasal dari Italia.

Namun, dilaporkan Corriere dello Sport, Atletico Madrid tidak terburu-buru membiarkan Morata pergi. Sebab mereka telah mengeluarkan uang sejumlah 60 juta euro untuk merekrutnya secara permanen dari Chelsea tahun ini.

Morata bukanlah sosok yang asing di Juventus. Ia merupakan salah satu pemain yang turut membawa Bianconeri melaju hingga ke babak final Liga Champions pada tahun 2015 lalu.

Pemain berusia 27 tahun itu menghabiskan waktunya selama dua musim dengan seragam hitam-putih. Selama berkarir di Turin, Morata mencatatkan total 27 gol dari 93 penampilan di semua ajang.

Sayangnya perjalanan Morata di Juventus berlangsung sangat singkat. Sebab pada tahun 2016, Real Madrid memutuskan untuk mengaktifkan klausul buy-back yang disepakati saat Morata pindah ke Juventus dengan nilai 60 juta euro.

Baik Morata maupun Juventus tidak memiliki kuasa untuk menolak. Alhasil ia harus kembali ke Santiago Bernabeu dan dari situlah, performa Morata terus mengalami penurunan yang cukup signifikan.