oleh

Sampaoli Ungkapkan Alasannya Tidak Panggil Icardi di Piala Dunia 2018

Sampaoli Ungkapkan Alasannya Tidak Panggil Icardi di Piala Dunia 2018

7upcash – Kegagalan Tim nasional Argentina di Piala Dunia 2018 memberi luka demikian dalam pada beberapa simpatisan mereka. Masalahnya Jorge Sampaoli tidak menyebut beberapa pemain berkualitas dalam skuat Albiceleste. Diantaranya Mauro Icardi yang tampil cemerlang bersama dengan Inter Milan. Walau demikian, Sampaoli mempunyai alasannya sendiri kenapa tidak menyebut Icardi. Sampaoli Ungkapkan Alasannya Tidak Panggil Icardi di Piala Dunia 2018

Sampaoli Ungkapkan Alasannya Tidak Panggil Icardi di Piala Dunia 2018

“Target kita ialah menang serta saya mempunyai beberapa pemain. Termasuk juga beberapa pemain yang membawa kita ke final Piala Dunia 2014 di Brasil,” ungkap Sampaoli diambil dari Marca.

Atas basic tingginya tujuan yang ditanggung kepadanya, untuk itu bekas pelatih Sevilla ini pilih untuk tidak banyak lakukan pergantian. Dia menyebut sebagian besar pemain yang sukses membawa Tim nasional Argentina ke set final Piala Dunia 2014.

“Itulah kenapa saya bertaruh pada mereka. Kita mempunyai gagasan periode pendek, menengah, serta gagasan periode panjang dengan 100 pemain ikut serta di dalamnya. Tetapi, sesudah di Rusia (Piala Dunia 2018), semua selesai,” ungkapnya.

Beban tujuan yang dikasihkan pada beberapa pemain Tim nasional Argentina ini juga yang di rasa bekas juru latih Chile ini membuat mereka kesusahan. Baginya, ketatnya Piala Dunia membuat anak asuhannya tidak dapat bermain terlepas.

“Piala Dunia sangat terasa berat sebab kita harus untuk menang. Berarti, beberapa pemain tidak dapat bebas. Kita tidak dapat bermain dengan terlepas sebab hanya satu pilihan ialah memenangi Piala Dunia.”

Dia menampik asumsi jika anak asuhannya tidak memberi seratus % untuk Tim nasional Argentina. Mereka berlatih serta bermain sepenuh hati, tetapi Piala Dunia 2018 ialah pertandingan yang susah.

“Tim selalu berlatih dengan baik serta turun ke lapangan dengan kepercayaan tinggi, tetapi tiap-tiap laga selalu menyakitkan.”