Jelang dimulainya Piala Dunia 2022, ada sejumlah pemain yang bakal absen di Qatar namun tentu saja sudah ada pemain lain yang dipersiapkan untuk mengganti mereka.

Bermain di Piala Dunia 2022 adalah hal yang sangat dinanti-nantikan banyak pemain. Akan tetapi sayangnya akan ada pemain patah hati.

Pasalnya mereka tak akan bisa berangkat ke Qatar. Penyebabnya adalah karena mengalami mengalami cedera.

Satu di antara contoh pemain yang dipastikan absen adalah N’Golo Kante. Ia tak bisa memperkuat Timnas Prancis karena masih berkutat dengan cedera hamstring.

Kondisi itu membuat pemain milik Chelsea itu harus beristirahat dalam waktu yang sangat lama. Kenyataan pahit tersebut membuat Kante sedih dan fans Les Bleus kecewa.

Sementara itu, sejumlah pemain juga dibalut kecemasan yang luar biasa. Soalnya, mereka berpacu dengan waktu agar benar-benar bugar 100 persen sebelum bertolak ke Qatar.

Kalaupun pada akhirnya mereka tak bisa tampil, ada pemain yang sudah disiapkan sebagai plan B. Berikut lima nama besar yang bisa mengganti ‘pemain inti’.

James adalah bek kanan pilihan utama pelatih Gareth Southgate. Tapi sang pelatih dan rakyat Inggris pusing karena James mengalami cedera lutut saat membela Chelsea melawan AC Milan beberapa waktu lalu.

Semua jalan sudah menjadi pilihan agar James cepat pulih, termasuk menjalani proses rehabilitasi. Soalnya, James merupakan bagian sangat penting dalam skuad Tiga Singa di Qatar nanti.

Rencana B:

Kieran Trippier dicadangkan melawan Italia dan Jerman selama putaran terakhir pertandingan UEFA Nations League. Namanya menjadi favorit menggantikan posisi James di bek kanan.

Lukaku sedang berjuang melawan masalah kebugaran menjelang pertandingan pembuka Belgia melawan Iran pada 15 November 2022. Bomber Inter Milan tersebut berpacu dengan waktu agar namanya tak menghilang.

Lukaku mendapat cedera hamstring saat Inter menekuk Sampdoria 3-0 dalam lanjutan Serie A 2022/2023. Padahal, bomber bertenaga badak itu belum lama pulih setelah istirahat dua bulan lantaran cedera saat Viktoria Plzen di Liga Champions.

Rencana B:

Berbicara kepada Nieuwsblad pekan lalu, pelatih Roberto Martinez mengatakan Lukaku tak tergantikan dan ketidakhadirannya akan memaksa Belgia untuk mengubah gaya bermain mereka.

Leandro Trossard, yang sejauh ini bersaing dengan Eden Hazard di lini tengah di level internasional, bisa digeser ke peran yang lebih maju. Maklum, dia tipikal gelandang serang serba bisa.

Brasil melimpah pemain depan. Satu di antaranya adalah Richarlison.

Hanya saja, tombak Tottenham Hotspur berusia 25 tahun itu masih berjuang agar terbebas dari cedera betis. Ia mendapat luka itu kala bentrok kontra Everton di ajang Premier League 2022/2023, medio Oktober lalu.

Richarlison pastinya berharap dalam waktu dekat dia sudah kembali bugar dan ikut terbang ke Qatar.

Rencana B:

Brasil diberkati dengan banyak striker. Gabriel Jesus, Roberto Firmino, dan lainnya semuanya dalam kondisi bagus untuk klub masing-masing, sehingga bisa menggantikan Richarlison.

Anak muda berusia 26 tahun ini belum lama masuk ruang medis. Gelandang petarung Tottenham Hotspur yang dipinjamkan ke Villarreal itu mengalami cedera dalam pertandingan La Liga pada akhir pekan lalu.

Meski belum ada kepastian terkait keberangkatannya ke Qatar, namun Lo Celso berharap keberuntungan berpihak kepadanya.

Rencana B:

Enzo Fernandez memiliki sedikit pengalaman di bawah ikat pinggangnya untuk Argentina dan punya karakter berbeda dengan Lo Celso.

Tetapi mengingat penampilannya yang luar biasa untuk Benfica di Liga Champions, Fernandez mungkin tidak hanya masuk ke starting XI Lionel Scaloni. Ia terbukti menjadi satu di antara pemain Argentina yang menonjol di area tengah.

Saat ini, pemain Manchester United itu masih menjalani rehabilitasi di Clairefontaine, Prancis. Bek berusia 29 tahun tersebut harus masuk ruang medis, menyusul cedera hamstring yang menimpanya saat bertanding melawan Chelsea, Oktober lalu.

Saat itu, Varane tampak menangis karena dihantui tak bisa ambil bagian di Piala Dunia 2022 bersama Prancis.

Rencana B:

Absennya Varane akan memaksa Didier Deschamps menaruh kepercayaannya kepada dua pemain muda, yakni Dayot Upamecano (Bayern Munchen) dan William Saliba (Arsenal).